Viral Para Pegawai Ramayana di-PHK Nangis & Berpelukan, Ini Cerita di Baliknya


Viral Para Pegawai Ramayana di-PHK Nangis & Berpelukan, Ini Cerita di Baliknya Ilustrasi Ramayana/ Foto: Danang Sugianto/detikFinance

Jakarta - Social distancing demi cegah corona sementara dikesampingkan oleh puluhan pegawai ini. Mereka saling berpelukan pilu, setelah mengalami pemecatan massal.

Belakangan viral video pegawai Ramayana saling menumpahkan kesedihan. Sebanyak 87 pegawai Ramayana di Depok terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah pandemi corona.
Suasana pilu itu tampak dalam video yang diunggah akun Instagram @undercover.id, Rabu (7/4/2020). Para karyawan yang masih memakai seragam Ramayana, menangis dan saling berpelukan dengan teman-temannya.


Suara isak tangis dan saling meminta maaf terdengar dalam video tersebut. Seraya pamit karena tak lagi bekerja di Ramayana. Video ini viral dan telah ditonton lebih dari 145 ribu kali.

Viral Puluhan Pegawai Ramayana Kena PHK Nangis & Berpelukan, Ini Cerita di BaliknyaFoto: Instagram/undercover.id

Pemberitahuan PHK itu sudah melalui proses sosialisasi kepada para karyawan. Namun jadi terkesan mendadak karena proses sosialisasi dilakukan H-1 sebelum keputusan PHK.

Pihak manajemen berjanji tetap akan memberikan kompensasi secara adil. Semuanya masih dalam proses dan akan dibayar dalam waktu dekat.

"Semua hak-hak karyawan akan dibayarkan sesuai ketentuan. Artinya ini kita lewati proses dengan baik sesuai kesepakatan bersama," kata Store Manager Ramayana City Plaza Depok, Rabu (8/4/2020), dikutip dari CNBC Indonesia.

PHK puluhan pegawai tak lepas dari pengaruh menurunnya omset penjualan sejak pandemi corona. Masyarakat disebut lebih memilih kebutuhan pokok dibanding pakaian.

Sehingga penjualan Ramayana pun anjlok hingga 80 persen. Mau tak mau harus menutup toko dan melakukan PHK.

"Dalam hitungan pendapatan, kita alami penurunan hingga 80 persen. Untuk proyeksi toko ini kenapa ditutup? karena pertimbangkan kita untuk Lebaran, memang sudah enggak bisa diharap lagi," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru