Penjarahan Besar Terjadi Akibat Lockdown Corona di Italia: Kami Tak Punya Uang, Butuh Makan!



Penjarahan Besar Terjadi Akibat Lockdown Corona di Italia: Kami Tak Punya Uang, Butuh Makan!
Tangkap Layar Youtube Kompas TV

 Penjarahan di Tengah Lockdown virus corona terjadi di Italia.
Sebelumnya Italia menjadi perhatian dunia akibat wabau virus corona di negara tersebut yang cukup besar memakan korban.
Hingga saat ini Lockdown di Italia membuat sebagian warga kehilangan mata pencaharian sehingga tidak memiliki cukup uang untuk makan.
Imbasnya, muncul penjarahan di supermarket-supermarket di Italia akibat virus corona.
Atas laporan yang terjadi di Sisilia, Italia itu, para polisi dengan tongkat dan senjata api kini mulai bergerak memberikan perlindungan.
Diketahui, virus dengan nama Covid-19 ini telah lebih dari 10.000 orang di Italia, sepertiga dari total korban meninggal di seluruh dunia.
Dilansir AFP Minggu (29/3/2020), wabah Virus Corona adalah kondisi darurat yang dihadapi Italia sejak Perang Dunia II silam.
Secara perlahan, lockdown yang sudah berlangsung selama tiga pekan itu sudah menggerus ekonomi terbesar ketiga di Uni Eropa tersebut.
Rasa putus asa itu dilaporkan mulai dirasakan oleh penduduk di Region Sisilia, salah satu daerah berkembang di Negeri "Pizza".
Iring-iringan kendaraan militer Italia
Iring-iringan kendaraan militer Italia (Sky News)
Berdasarkan pemberitaan harian La Repubblica, sekelompok orang memasuki supermarket di Palermo dan pergi tanpa membayar.
"Kami tidak punya uang untuk membayar. Kami butuh makan." Begitulah teriakan salah seorang dari kelompok tersebut kepada petugas kasir.
Di kota lain di Sisilia, Corriere della Sera memberitakan pemilik toko kecil ditekan oleh penduduk sekitar untuk memberi makanan.
Corriere menulis bahwa "bom waktu" tengah berdetak di region berpopulasi lima juta, dan mencatat 57 korban tewas karena Covid-19.
Kekhawatiran disuarakan oleh Giuseppe Provenzano, menteri yang mengurus daerah selatan Italia, kepada harian La Repubblica.
"Saya takut kekhawatiran yang diutarakan masyarakat, kesehatan, pemasukan, hingga masa depan, bakal berubah menjadi kemarahan jika krisis ini terus berlanju," terangnya.
Jurnalis AFP yang berada di lokasi mengabarkan, empat polisi berpakaian lengkap berjaga di depan salah satu supermarket di Palermo.
Mereka berjaga dalam diam di tengah hari hujan, dengan tangan berada di belakang, serta wajah mereka yang tertutup topeng hijau.
Mereka tidak berinteraksi dengan para pengunjung, dengan sikap diam mereka seolah menunjukkan pemerintah masih menguasai situasi.
Carmelo Badalamenti, warga setempat yang mendorong troli merah berisi barang belanjaannya, mengecam sikap yang ditunjukkan pelaku.
"Melakukan penjarahan di toko bahan kebutuhan pokok tidak akan menyelesaikan apa pun," ujar dia.
Di Roma, Perdana Menteri Giuseppe Conte sudah menyadari.
Karena itu, dalam pernyataan yang ditayangkan televisi Sabtu malam (28/3/2020), dia menjanjikan voucher bagi yang tak bisa membeli makanan.
"Kami tahu kalian menderita. Tapi negara tetap hadir," tegas dia.
Roma mengucurkan dana 400 juta euro (Rp 7,2 triliun) untuk program pangan darurat. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru