Ojol atau ojek online yang dilarang selama PSBB di DKI Jakarta memicu Grab angkat bicara.



SOLO — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta berdampak pada banyak pihak, salah satunya ojek online (ojol). Ojol dilarang mengangkut penumpang selama PSBB di DKI Jakarta.

"Layanan ekspedisi barang, termasuk sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang dan tidak untuk penumpang," begitu bunyi pedoman yang dikutip Okezone, Selasa (7/4/2020).

Atas pembatasan itu, Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno, mengatakan Grab masih memantau kondisi meski ojol sudah dilarang mengangkut penumpang. Grab kini tengah menyiapkan semua pemangku kepentingan terkait Covid-19 termasuk para mitra.

"Oleh karena itu, terkait kebijakan PSBB dari pemerintah, saat ini kami sedang menindaklanjuti pedoman dari Permenkes No 9/2020 dan berkoordinasi dengan pihak terkait," tuturnya.
Tri mengimbau semua mitra pengemudi dan pengiriman untuk mengutamakan kesehatan mereka dan untuk mengambil tindakan pencegahan secara menyeluruh, termasuk mengenakan masker setiap saat.

"Mendisinfeksi kendaraan dan tas pengiriman mereka secara teratur, sering mencuci dan membersihkan tangan mereka serta menjaga jarak aman melalui prosedur contactless delivery bagi mitra pengiriman GrabFood dan GrabExpress," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto telah menyetujui usulan PSBB di DKI Jakata demi mencegah persebaran virus corona. Selain ojol dilarang mengangkut penumpang, beberpa peraturan tentu akan ditetapkan Pemprov DKI Jakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru