Nekat ke Solo, Pemudik akan Dikarantina di Sriwedari 2 Pekan

 SOLO — Para pemudik yang sampai di Solo akan dibawa ke Grha Wisata Niaga, Sriwedari, untuk dikarantina. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah mereka positif Covid-19 atau tidak.
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku tak bisa melarang pemudik dari zona merah persebaran virus Corona untuk pulang kampung. Kendati begitu, mereka harus menjalani karantina di lokasi yang telah disediakan selama 14 hari untuk memutus rantai persebaran virus itu.
Ketika pemudik itu baru tiba di stasiun, terminal, dan bandara Solo, petugas akan langsung mengantarkan mereka ke Grha Wisata Niaga, Sriwedari.
“Kalau ada pemudik yang enggak mau, ya, kami melibatkan TNI/Polri. Bukan mau memaksa atau menakuti tapi harus untuk memutus rantai persebaran. Secara fisik, mereka datang kondisi sehat, tapi siapa tahu kalau ternyata di badannya sudah ada virusnya. Karena virus ini kan enggak terlihat,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (31/3/2020).
Sekretaris Daerah Kota Solo, Ahyani, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, menjelaskan bagaimana pemudik dikarantina di Sriwedari. Grha Wisata Niaga di Sriwedari sudah bisa digunakan pada pekan depan untuk pemudik atau pendatang yang dikarantina.
Pemkot menyiapkan tempat tinggal selama 14 hari buat pemudik. Selama itu, pemudik mendapatkan akomodasi tempat tidur, makan, minum dan pendampingan gugus tugas.
“Dinas Kesehatan Kota (DKK) akan selalu memonitor kesehatan mereka, kemudian dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang menyiapkan akomodasi dan logistik. Pengamanan dari Satpol PP, TNI/Polri,” kata Ahyani, dalam jumpa pers di Balai Kota Solo, Rabu (1/4/2020).

Pantau Stasiun dan Bandara

Selain pemudik akan dikarantina di Sriwedari, tim juga akan memantau berbagai tempat di Solo. Pemantauan dilakukan terhadap pengunjung, wisatawan, atau pelaku kunjungan bisnis di terminal, stasiun, dan bandara.
Petugas di lokasi-lokasi itu sudah memiliki prosedur ketetapan (protap) yang memonitor ke mana mereka akan tinggal sesampainya di Solo. Pemantauan bisa berlanjut di wilayah yang mereka tinggali. Jika terdapat gangguan kesehatan, maka bisa segera ditangani.
“Selain gerbang transportasi itu, mereka yang datang mandiri (kendaraan pribadi) misalnya ke hotel atau tempat penginapan akan kami monitor kesehatannya. Kami enggak bisa melarang orang mau berkunjung keluarganya, tapi kami bisa mengatur agar yang datang itu diberi pengertian jangan sampai menulari keluarganya atau orang lain,” ucap Ahyani
Mekanismenya, apabila pendatang/ pemudik itu mau tinggal lama di Solo, maka mereka harus mau dikarantina di Sriwedari. Namun jika kunjungannya singkat, mekanismenya harus melapor ke lingkungannya.
”Kalau kondisinya tidak sehat, ya harus masuk karantina dulu. Nanti akan dipisah yang datang ke Solo (sebagai tujuan akhir) atau sekadar lewat. Kalau sekadar lewat tentu tidak masalah,” imbuhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Salmafina Pindah Kristen Agar Hidupnya "Dibenarkan Oleh Tuhan"