Marah soal China, Trump Ancam Setop Bantuan AS untuk WHO


Marah soal China, Trump Ancam Setop Bantuan AS untuk WHO
Presiden Donald Trump mengancam akan menyetop bantuan AS ke WHO setelah menuding organisasi itu bias terhadap China selama pandemi corona. (Jim WATSON / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump mengancam akan menyetop bantuan Amerika Serikat terhadap Badan Kesehatan Dunia (WHO) setelah menuding organisasi itu bias terhadap China selama pandemi virus corona (Covid-19).

Kepada wartawan di Washington, Trump menegaskan akan mengerahkan seluruh pengaruhnya "untuk menahan" dana bagi WHO. Sejauh ini AS memang menjadi donor terbesar organisasi kesehatan itu.

"Kami akan menahan uang yang kami habiskan untuk WHO. Kami akan mempertimbangkan menghentikan bantuan ini," kata Trump pada Selasa (7/4) seperti dilansir dari AFP.

Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Trump tidak menjelaskan secara detail berapa banyak bantuan yang akan ditangguhkan. Ia menganggap bahwa WHO bersikap "sangat bias terhadap China."

"Dan tindakan itu tidak benar," ujar Trump.

Sebelumnya, Trump juga berkicau di Twitter bahwa ia menganggap WHO "sangat China sentris".

Politikus Partai Republik itu mempertanyakan mengapa WHO memberikan "rekomendasi yang salah" yang dianggap membela China.


Komentar itu diutarakan Trump merujuk pada saran WHO terkait pembatasan perjalanan internasional demi menghentikan penyebaran corona yang pertama kali menyebar dari China.

"Untungnya saya menolak saran mereka (WHO) tentang menjaga perbatasan kami agar terus terbuka ke China sejak awal," kicau Trump di Twitter.

Trump telah lama meragukan transparansi China terkait penanganan wabah corona. Ia juga ragu terkait keakuratan data statistik Tiongkok mengenai jumlah kasus dan kematian akibat corona.


Per Rabu (8/4), AS tercatat memiliki 400.335 kasus dengan 12.841 kematian. AS menemukan 33.331 kasus corona baru kemarin. Jumlah itu menjadi rekor tertinggi dalam sehari.
Meski begitu, Trump juga banyak menghadapi kritikan baik dari dalam maupun luar negeri karena dianggap meremehkan virus corona di awal penyebarannya.

Trump sempat menganggap virus corona sebagai flu biasa dan warga AS tidak akan terpengaruh dengan virus serupa SARS tersebut.

Namun, Trump mengaku bahwa AS kini tengah menghadapi situasi darurat nasional setelah  kasus virus corona di Negeri Paman Sam menjadi yang terbanyak di dunia dan angka kematian yang juga tinggi.


Pejabat kesehatan AS memperingatkan bahwa puncak penyebaran virus corona masih akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan di negara tersebut. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru