Luar biasa Indonesia Kini Urutan 1 Pengunduh Video Porno Terbanyak Di Dunia



Peringkat adalah sebuah kata yang memiliki artian kelas nomina atau urutan, peringkat bisa dinyatakan dari nama orang, tempat, bahkan semua benda atau segala yang dibendakan. Peringkat 1 secara umum merupakan peringkat terbaik jika hal tersebut itu dikaitkan dengan sesuatu yang positif. Namun lain halnya kalau terkait dengan sesuatu negatif, pastinya memperoleh predikat 1 menjadi hal yang amat memalukan.

Pada awal bulan Januari lalu, Indonesia pun berada tepat di peringkat ke-3 di bawah negara Cina serta Turki sebagai pengunggah serta pengunduh video porno, namun akhir-akhir ini secara tiba-tiba peringkat Indonesia melejit menjadi peringkat nomor 1 dan yang lebih miris lagi yakni para pengunduh konten porno di Indonesia kebanyakan adalah pelajar SMP serta SMA.

Melihat Indonesia sedang dalam kondisi seperti ini, MUI pun menuding Kemenkoinfo belum bekerja secara maksimal. Yang menjadi pertanyaan, apakah hal tersebut adalah kesalahan mutlak yang harus ditimpakan ke Kemenkoinfo sebagai perpanjangan dari pemerintah kita? Tentu saja sebagai warga yang baik, tidak tepat jika menimpalkan masalah tersebut kepada Kemenkoinfo. Betul, tidak?

Pernyataan dari Sekjen MUI tadi, adalah hal yang kurang begitu bijak dan cerdas. Beberapa pihak yang paling berperan dalam kasus atau hal semacam ini pastinya lingkup terkecil dari mereka, yakni keluarga, saudara, dan teman. Orang tua pun juga harus pro-aktif memberi pelajaran-pelajaran moral serta agama kepada anak-anak mereka waktu usia dini, supaya terhindar dari sesuatu yang negatif apalagi mendekati konten porno.

Benar Terjadi, Indonesia Kini Urutan 1 Pengunduh Video Porno Terbanyak!

Pastinya dibutuhkan pembelajaran agama yang kokoh dan kuat kepada mereka serta orang tua berperan dalam hal semacam ini, orang tua sendiri pun pastinya harus mempunyai pengetahuan yang mumpuni. Tak hanya itu, pihak MUI pun bisa turut serta memberikan suatu sosialisasi dampak buruk dari adanya situs porno untuk para generasi ke depan lewat pembuatan iklan layanan masyarakat atau sosialisasi secara langsung.

Upaya pemerintah yang sempat dijalankan yakni memblokir besar-besaran situs porno yang masih berkeliaran di internet. Alih-alih menjadi senjata ampuh untuk mengurangi masalah yang ada, masyarakat tetap saja beranggapan situs-situs porno tetap bisa di akses dengan banyak cara. "Mati satu, tumbuh seribu", begitulah gambaran tepatnya.

Untuk menindaklanjuti proses pemblokiran situs pornografi sendiri, Pengamat Komunikasi UPT TIK Politeknik Negeri Banjarmasin, yakni Arifin Noor Asyikin menuturkan bahwa Kominfo akan mengadaan mesin sensor yang bernilai sebesar 211 miliar rupiah. Alat ini dapat digunakan untuk memfilter konten dengan memakai teknologi crawling.

Alat tersebut memiliki fungsi sebagai peningkatan sistem pemblokiran konten negatif yang sebelumnya secara manual, kini bisa jadi lebih otomatis. Kominfo berharap semoga mesin mahal tersebut dapat bekerja sesuai dengan yang apa diharapkan, dan mampu mengurangi jumlah konten pornografi di Internet.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru