Kisah Warga Jakarta Penderita Corona: Isolasi Mandiri Akhirnya Sembuh Sendiri


Jumlah kematian akibat virus corona di Spanyol telah bertambah menjadi 2.182 orang. Hari ini dalam 24 jam korban meninggal mencapai 462 orang. 
Jakarta - 
Angka kesembuhan dari virus Corona di dunia jauh lebih banyak dibanding kematian. Peluang penderita untuk sembuh pun bisa dikatakan sangat besar.
Setidaknya itu terjawab dari pengalaman yang dibagikan Simon Nainggolan, seorang mantan penderita virus Corona. Dalam tulisan yang ia bagikan, dia bercerita soal pertama kali mengalami gejala Corona, isolasi mandiri hingga akhirnya sembuh.
"Tulisan itu saran agar orang menganggap ini serius. Cerita memilukan pada saya bisa terjadi pada siapa saja. Maksud saya adalah agar masyarakat mematuhi pemerintah. Nggak usah ribut, berpolemik," ujar Simon saat dihubungi, Selasa (7/4/2020).
Tanggal 20 Maret, Simon mulai merasakan demam. Demam yang ia rasakan tak kunjung turun dan pada 23 Maret dia memutuskan untuk memeriksakan dirinya ke RSU Bunda. Dokter menyebut Simon suspect COVID-19, belum dinyatakan positif.Simon awalnya bercerita, ibu mertuanya mengalami demam dan sesak napas pada 14 Maret. Dia kemudian membawa ibu mertuanya ke RSU Bunda pada 18 Maret untuk dirawat. Menurut dokter dia harus diisolasi.
"Hari itu saya dan istri di-test swab dan juga foto rontgen paru-paru. Pada hari berikutnya dokter paru-paru melihat hasil foto paru-paru saya dan suspect saya terkena COVID-19, karena ada bercak2 di paru-paru kanan saya. Saya diminta mengisolasi diri. Saya kemudian memilih untuk self-isolated di rumah karena kebetulan ada kamar kosong di lantai 2," kisahnya.
Sejak saat itu, Simon mulai mengurung diri. Tak berinteraksi dengan siapapun. Makanan pun diantarkan hanya sampai depan pintu. Dia pun mencuci alat-alat makannya sendiri. Obat-obatan yang diresepkan rutin ia minum.
Warga Jakarta ini juga mengaku rajin minum vitamin C, D, dan E. Dia juga minum jus buah-buahan.
"Tentunya obat paracetamol karena demam saya terus menerus tidak turun-turun. Untungnya saya tidak sesak napas," ujar Simon.
Pada 26 Maret dia mendapatkan kabar buruk. Ibu mertuanya meninggal setelah beberapa hari dirawat. Ibu mertua Simon harus dikuburkan dengan protap COVID-19 yang sudah ditetapkan.
"Singkat cerita jam 8 pagi jenazah di bawa ke pemakaman di San Diego Hills. Hanya istri saya dan seorang pendeta dari gereja kami yang menyusul untuk melaksanakan penguburan. Saya sendiri tidak bisa mendampingi istri saya karena saya masih demam tinggi dan self-isolated. Hancur hati kami melihat kondisi seperti ini," katanya.
Simon mengaku, istrinya tak mengalami gejala apapun. Dia pun masih beraktivitas seperti biasa. Simon pun yakin bahwa ujian tersebut bisa dilewati, dan dia dan istrinya bisa sembuh.Singkat cerita, beberapa hari kemudian demam Simon tak kunjung turun. Hasil swab datang dan Simon dinyatakan positif Corona, begitu juga dengan istrinya. Namun anaknya negatif.
Simon mulai melakukan pola hidup sehat. Setiap pagi dia sarapan roti dan minum vitamin. Dalam sehari dia menghabiskan vitamin C hingga 2000 mg, dan air putih sebanyak 3 liter.
Dia juga kerap merasakan tenggorokannya kering dan itu ia siasati dengan membasahi tenggorokan dengan minum air putih. Selama demam dia merasakan badan terasa patah dan linu. Selain vitamin dia juga minum rebusan daun sirih merah yang menurutnya konon bisa menyembuhkan virus Corona.
"Sambil tentunya tak lupa selalu berdoa kepada Tuhan agar diberi kesembuhan dan kekuatan. Saya percaya kalau Tuhan di sisi kita apapun tidak bisa melawan. Saya percaya kesembuhan hanya menunggu waktu," ujarnya.
Yang tak kalah penting menurutnya adalah berhenti menonton TV dan mendengar berita-berita soal COVID-19. Dia ingin berkonsentrasi dan fokus dalam pemulihan.
Pada 1 April demam Simon mendadak hilang. Dia tidak merasakan demam sama sekali. Tubuhnya mulai pulih. Namun dia tak berhenti minum vitamin dan tidak lupa berjemur dari jam 9 pagi sampai jam 10.

"Hari Senin, 6 April, saya dan istri test swab lagi di RSPAD. Hari ini Selasa 7 April berita suka cita itu datang. Hasil test swab saya dan istri dinyatakan sudah negatif. Terima kasih Tuhan saya bisa melewati masa-masa kritis. Terima kasih luar biasa buat istri saya yang di dalam kesedihannya terus memberi yang terbaik buat saya dan mengurus keperluan2 saya, I love you so much!" katanya bersyukur.
Dia berpesan pada pasien dan orang yang kini tengah berjuang sembuh dari virus Corona agar yakin bahwa kesembuhan akan datang. Rutin minum vitamin dan jangan stres.
"Buat yang mulai merasakan gejala-gejala, tidak usah panik dan tidak usah menunggu test segala macam yang belum tentu cepat prosesnya. Langsung self-isolated, minum vitamin dan makan yang banyak makanan sehat. God bless you all!" pesannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru