Gedung Putih memperkirakan virus COVID-19 akan menewaskan 100.000 sampai 240.000 jiwa di AS


Petugas Palang Merah Dunia menangani korban Virus Corona COVID-19.
Photo :

Petugas Palang Merah Dunia menangani korban Virus Corona COVID-19.

VIVA – Amerika Serikat mencatat rekor baru jumlah kematian akibat virus corona yang mematikan dalam 24 jam terakhir, mencapai 1.169 jiwa. Angka kematian itu merupakan rekor tertinggi sejak Negeri Paman Sam itu berjuang memerangi virus yang pertama kali diketahui di Wuhan, China.
Hasil hitungan tersebut berdasarkan laporan dari Universitas Johns Hopkins pada hari Kamis, 2 April 2020 kemarin. Angka kematian itu menjadi rekor tertinggi dibanding negara manapun sejak pandemi ini masuk ke AS.

Dilansir dari Channel News Asia, perhitungan jumlah itu dilakukan oleh badan hitung dari Universitas Johns Hopkins yang dimulai pada hari Rabu, 1 April pukul 20.30 malam (waktu Amerika), serta diakhiri pada hari Kamis, 2 April di waktu yang sama juga.
AS hingga hari ini, Jumat 3 April 2020, sudah mencatat 5.926 jumlah kematian sejak pandemi itu menjangkiti negara itu. Jumlah warganya yang terinfeksi mencapai 245.559 orang. 
Sebelumnya catatan angka jumlah kematian paling banyak dalam kurun waktu 24 jam ini sudah pernah dipegang oleh salah satu negara Eropa terdampak paling parah, yakni Italia. Negeri Pizza itu mencatat rekor 969 orang meninggal dunia akibat COVID-19 dalam sehari pada 27 Maret 2020.
Catatan secara global mengatakan Italia masih menjadi negara yang memiliki jumlah total kematian tertinggi dengan 13.915 korban jiwa. Diikuti oleh Spanyol dengan total 10.003 jiwa sampai pada hari ini, Jumat 3 April 2020.
Hal yang sama mengejutkan juga AS menemukan kasus baru. Banyak orang positif terjangkit COVID-19, berjumlah 30.000 dalam 24 jam. Sehingga total secara resmi orang ada lebih dari 243 ribu orang sudah positif terjangkit virus mematikan itu.
Kota New York telah menjadi episentrum penyebaran wabah tersebut di Amerika. New York mencatatkan 1.500 kematian dan mendekati angkat 50 ribu kasus positif yang dikutip dari otoritas kesehatan kota itu yang dirilis pada hari Kamis Malam.
Lebih dari 1,3 juta orang telah dites COVID-19 di AS, kata Wakil Presiden AS, Mike Pence, dalam konferensi pers Kamis di Gedung Putih. "Kami sekarang melakukan lebih dari 100.000 uji virus korona per hari," katanya.
Gedung Putih memperkirakan virus COVID-19 akan menewaskan 100.000 sampai 240.000 jiwa di AS.
Laporan : Abdulah Saputra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru