Banyak Warga Hilang Pekerjaan, Anies Baswedan: Kalau Hilang Nyawa Tak Tahu Cara Mengembalikan



 Banyak pekerja informal di DKI Jakarta yang mengeluh kesulitan ekonomi setelah PSBB diterapkan sejak Jumat (10/4/2020) lalu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun angkat bicara soal itu.

Anies Baswedan menyatakan melindungi nyawa warga lebih penting dibandingkan menjaga kondisi ekonomi, dilansir TribunWow.com.

Meskipun begitu, ia juga tak menampik ingin perekonomian warganya tetap baik di tengah wabah Virus Corona.

Melalui tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (14/4/2020), Anies mulanya menyinggung soal langkah awal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melarang warga beraktivitas di luar rumah.

"Di sisi lain, begitu dilakukan pembatasan sosial bahkan ketika pertengahan Maret sudah mulai mengurangi kegiatan di luar," jelas Anies.

"Saudara-saudara kita, terutama yang tadi bergerak di bidang informal merasakan sekali dampaknya."

Anies menyatakan, dirinya beserta Pemprov DKI Jakarta sangat ingin melindungi warga miskin dari dampak Virus Corona.

Bahkan menurutnya, Pemprov DKI Jakarta ingin memfasilitasi para pedagang kecil agar bisa bekerja meski dalam kondisi wabah Virus Corona.

"Dan kami dari awal di Pemprov DKI itu justru beprihaknya pada mereka yang lemah, mereka yang dipinggirkan atau mereka yang terpinggirkan," ujar Anies.

lihat foto

Gubernur Anies Baswedan bersama Forkopimda wawancara formal terkait update media Covid-19, Sabtu (28/2/2020).
"Bahkan diramaikan ketika kita memberi kesempatan bagi kaki lima karena kita justru ingin memfasilitasi mereka untuk punya kesempatan tumbuh berkembang di kota ini."

Meskipun ingin membuat warga miskin setara dengan yang lainnya, Anies tak dampak menampik potensi penularan Virus Corona akan semakin besar jika para pedagang kecil tetap bekerja.

"Kita ingin kita ini setara untuk semua, jadi kita dari awal justru ingin sektor mikro, kecil, informal, punya kesempatan berkembang," jelas Anies.

"Di sisi lain, kalau kegiatan perekonomian atau interaksi warganya di bidang ekonomi, sosial, budaya, tetap berjalan terus seperti biasa maka kita memiliki potensi untuk mengikuti rute-rute yang dialaami negara lain yang hari ini angka mortalitasnya tinggi."

Lebih lanjut, Anies mengaku menyelamatkan nyawa warganya dari Virus Corona merupakan prioritasnya kini.

Sebab, nyawa manusia yang hilang tak dapat dikembalikan lagi layaknya pekerjaan.

"Nah kami merasa, menyelamatkan nyawa, menyelamatkan saudara sebangsa adalah prioritas yang pertama," tutur Anies.

"Kehilangan pekerjaan memang amat berat, tapi kehilangan nyawa tidak tahu bagaimana mengembalikannya."

Anies menambahkan, pekerjaan bisa dicari lagi jika ada kesempatan lain.

Namun, hal itu tak bisa dilakukan pada nyawa manusia.

"Kalau kehilangan pekerjaan insyaAllah kita cari jalannya untuk bisa dikembalikan pekerjaan itu," ungkap Anies.

"Tapi kalau kehilangan nyawa saya rasa belum ada yang punya rumusnya untuk mengembalikan itu," tukasnya.

Simak video berikut ini menit ke-7.03:

Cerita Buruh Pasca-PSBB

Di sisi lain, sebelumnya Nining Elitos, Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) meminta agar para pengusaha bisa berbagi dengan para buruh yang kini kehidupannya semakin sulit.

Dikutip dari acara APA KABAR INDONESIA PAGI, Selasa (14/4/2020), Nining bercerita kondisi buruh setelah wabah Virus Corona (Covid-19) menyebar telah semakin sulit.

"Pertama kita semua dalam prihatin," katanya.

"Di mana kita dihadapkan tentang persoalan pandemi Covid-19," kata Nining.

Nining lalu bercerita bagaimana para buruh saat ini tengah dihadapkan oleh dilema.

Di mana mereka khawatir akan keselamatan mereka selama bekerja, namun mereka juga mau tak mau harus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup.

"Ditambah lagi khususnya para buruh yang bekerja hari ini sebenarnya punya keterancaman beberapa sisi," kata Nining.

"Di sisi lain mau tidak mau cara kewajiban mereka untuk bertahan hidup sebagai para pekerja masih bekerja hari ini."

"Itu yang kemudian situasi, kondisinya yang ada di dalam buruh," lanjutnya.

Nining juga mengeluhkan kebijakan pemerintah soal PSBB.

Menurutnya hal tersebut semakin mempersulit kehidupan buruh, sebab banyak buruh-buruh yang akhirnya harus mengalami pemutusan hubungan kerja.

"Dalam situasi ini justru kemudian bertambah beban para buruh, dan para pekerja, di mana pemerintah kita membuat ada sistem lockdown, dan distancing," kata Nining.

"Mereka banyak yang dirumahkan, ada juga yang di-PHK," tambahnya.

Nining bercerita berdasarkan data yang dimiliki olehnya, ada 18 ribu buruh yang telah dirumahkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Ia juga mengatakan mayoritas buruh yang dirumahkan hanya mendapat 25 persen upah mereka, hingga ada yang sama sekali tidak mendapat upah.

"Mayoritas mereka sangat kecil mendapatkan upahnya, 25 persen, bahkan ada yang sama sekali tidak mendapatkan upah," kata Nining.

Kemudian Nining juga tidak sepaham apabila pengusaha ikut mengeluh atas wabah Covid-19.

Menurutnya saat-saat seperti ini, para pengusaha justru bisa mengulurkan bantuan kepada para buruh.

"Padahal kita tahu benar hari ini ada persoalan-persoalan ekonomi, tidak sepenuhnya benar ketika pengusaha juga mengeluh tentang persoalan situasi hari ini," ujar Nining.

"Mereka selama ini bertahun-tahun para pekerja memberikan produktivitasnya, memberikan keuntungan."

"Seharusnya ini saat yang tepat bagi pengusaha berbagi keuntungannya terhadap pekerja," sambungnya. (TribunWow.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru