Asosiasi Ojol Keluhkan Janji Jokowi soal Keringanan Kredit: Terlalu Birokrasi


Pemprov Jateng Beri 1000 Nasi Kotak Bagi Ojol
Suasana saat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagikan 1000 nasi kotak untuk driver ojek online. Foto: Dok. Pemprov Jawa Tengah
Kelonggaran kredit menjadi salah satu langkah Presiden Jokowi dalam meringankan beban pengemudi ojek online (ojol) yang masih berjibaku di jalanan di tengah serangan virus corona. Namun dalam praktiknya, kebijakan tersebut dianggap belum banyak membantu pengemudi ojol.
Ketua Presidium Nasional Garda, Igun Wicaksono mengungkapkan, para pengemudi ojol banyak yang belum bisa menikmati relaksasi tersebut karena birokrasi terlalu rumit.
“Kelonggaran kredit atau relaksasi kredit itu terlalu bertele-tele birokrasinya, terlalu rumit untuk temen-temen ojol. Jadi persyaratannya terlalu banyak, akhirnya banyak yang tidak bisa mengajukan,” kata Igun saat dihubungi kumparan, Selasa (7/4).
Jaring Pengaman Sosial ala Jokowi
Jaring Pengaman Sosial ala Jokowi. Foto: Kiagoos Aulianshah/kumparan
Igun mencontohkan salah satu persyaratan kelonggaran kredit tersebut adalah tidak boleh ada tunggakan. Ia merasa ketentuan tersebut berat diwujudkan dengan pendapatan para pengemudi yang terus berkurang.
“Sedangkan sebelum pandemi saja penghasilan ojol sudah menurun. Jadi sebulan sebelum pandemi sudah menurun, sudah kebanyakan menunggak, teman-teman ada tunggakan,” ungkap Igun.
Penurunan pendapatan ojol saat ini diperkirakan Igun mencapai 80 persen. Rata-rata pengemudi ojol yang tergabung di Garda mendapatkan penghasilan Rp 50.000 per hari. Angka tersebut tentu cukup berat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk itu, Igun merasa langkah yang diambil pemerintah seharusnya tidak berhenti pada memberi kelonggaran waktu, tetapi juga secara biaya.
“Ternyata itu kan angsuran tidak murni hilang semua,tetap ada nilai yang harus dibayar. (Yakni) 50 persen dibayar sekarang, 50 persen baru dibayar nanti setelah masa pandemi. Jangka waktunya dipanjangin buat menuhin 50 persen,” tutur Igun.
“Nah itu yang dikeluhkan teman-teman ojek online. Teman-teman maunya bebas ya bebas saja semuanya,” tambahnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru