Warga AS Panic Buying Senjata Api di Tengah Pandemi Corona


People wait in a line to enter a gun store in Culver City, Calif., Sunday, March 15, 2020. Coronavirus concerns have led to consumer panic buying of grocery staples, and now gun stores are seeing a similar run on weapons and ammunition as panic intensifies. (AP Photo/Ringo H.W. Chiu) 
Antrean panjang di sebuah toko senjata api di California saat pandemi virus Corona meluas (AP Photo/Ringo H.W. Chiu)
Atlanta - 
Warga Amerika Serikat (AS) terpantau mengantre di toko-toko senjata api di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) yang merajalela. Laporan menyebut ada sejumlah warga AS yang panic buying atau panik belanja senjata api di tengah kekhawatiran situasi tidak menentu yang dipicu virus Corona.
Seperti dilansir Associated Press dan Newsweek, Sabtu (21/3/2020), antrean panjang dilaporkan terjadi di toko-toko senjata api di beberapa wilayah AS. Salah satunya sebuah toko senjata api di Atlanta, yang disebut sebagai toko senjata api terbesar di dunia, yang melaporkan antrean panjang pada pekan lalu.
Sebuah toko senjata api di Los Angeles juga melaporkan antrean yang bahkan hingga mencapai ke belakang bangunannya. Sebuah toko senjata api di Idao membatasi pembelian setelah stok senjata apinya nyaris habis karena dibeli banyak orang.

Pada momen yang sama saat toko-toko bahan makanan kehabisan stok karena diborong warga AS yang melakukan panic buying di tengah pandemi virus Corona, stok senjata api dan amunisi juga ikut menipis. Para penjual senjata api menyebut kenaikan pembelian disebabkan oleh orang-orang yang khawatir jika situasi menjadi tidak bisa diduga dan memicu keputusasaan, sehingga mereka perlu memastikan bahwa mereka bisa melindungi diri mereka sendiri.
"Ini sudah gila," ucap Jay Wallace, yang memiliki toko senjata bernama Adventure Outdoors di Smyrna, Georgia. Wallace menyebut bahwa penjualan amunisi di tokonya melonjak lima kali lipat dibanding biasanya.
Awal pekan ini, situs penjual amunisi, Ammo.com, mengungkapkan bahwa pihaknya melihat ada kenaikan angka penjualan peluru yang belum pernah terjadi sebelumnya, saat virus Corona mulai menyebar di wilayah AS. Menurut data yang dirilis perusahaan itu, terdapat 276 persen kenaikan penjualan pada 10 Maret lalu, yang merupakan hari di mana jumlah total kasus virus Corona di AS melampaui 1.000 kasus.
Warga AS membeli senjata api di tengah pandemi virus CoronaWarga AS membeli senjata api di tengah pandemi virus Corona Foto: AP Photo/Ringo H.W. Chiu
Ammo.com menyebut penjualan terus naik saat virus Corona secara resmi ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Ketakutan telah menjadi motivasi bagi sebagian besar peningkatan penjualan senjata api," sebut penasihat kebijakan senior pada kelompok advokasi pengendalian senjata api, Giffords, David Chapman, kepada Newsweek. Chipman menyebut aturan hukum soal senjata api di AS memampukan orang-orang untuk 'menimbun' senjata api dengan cara yang sama mereka memborong tisu toilet.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru