Tetap Gelar Kebaktian Minggu Saat Pandemi Corona, Seorang Pendeta Ditangkap


Florida - Seorang pendeta di Florida, Amerika Serikat (AS), ditangkap karena 'berulang kali' mengabaikan perintah tetap di rumah (stay-at-home) yang diberlakukan demi memperlambat penyebaran virus Corona (COVID-19). Pastor bernama Ronald Howard-Browne ini nekat menggelar kebaktian yang dihadiri ratusan jemaatnya.
Seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (31/3/2020), pendeta Howard-Browne yang berusia 58 tahun ini ditangkap polisi pada Senin (30/3) waktu setempat atas tuduhan menggelar acara berkumpul tanpa izin dan melanggar perintah karantina. Diketahui bahwa perintah darurat kesehatan membatasi perkumpulan publik di wilayah Florida hanya boleh dihadiri kurang dari 10 orang dan meminta warga tetap di rumah, kecuali ada keperluan sangat penting.

Pendeta Howard-Browne diketahui tetap menggelar dua kebaktian di Tampa, Florida, pada Minggu (29/3) waktu setempat, yang dihadiri ratusan jemaat. Beberapa jemaat dibawa ke lokasi kebaktian dengan bus khusus yang disediakan pihak gereja.

"Pendeta ini secara sengaja dan berulang kali mengabaikan perintah kesehatan publik yang diberlakukan negara bagian maupun lokal, yang menempatkan jemaat dan masyarakat dalam bahaya," sebut Sheriff Hillsborough, Chad Chronister, dalam pernyataan via Twitter.

Pendeta Howard-Browne yang diketahui merupakan pendukung setia Presiden Donald Trump ini, disebut tidak percaya bahwa virus Corona adalah penyakit serius dan menuduh pers telah 'membangkitkan kefanatikan dan kebencian agama'. Dia menganggap gerejanya, yang bernama The River at Tampa Bay Church, merupakan layanan penting yang harus tetap buka selama pandemi virus Corona.

"Sikapnya yang secara sembrono mengabaikan nyawa manusia dengan menempatkan ratusan jemaatya dalam risiko (terinfeksi virus Corona) dan ribuan warga lainnya yang mungkin berinteraksi dengan mereka, pekan ini, dalam bahaya," tegas Chronister dalam konferensi pers.

Dituturkan Chronister bahwa pihak berwenang telah menghubungi pemimpin gereja dan pengacara yang mewakili gereja itu setidaknya dua kali pada akhir pekan, untuk meminta mereka membatalkan kebaktian hari Minggu, namun gagal. Chronister menyebut penolakan untuk membatalkan kebaktian sangat membingungkan, sebab gereja dengan 4 ribu jemaat itu memiliki teknologi untuk menyiarkan kebaktian secara langsung baik via televisi maupun internet.

Howard-Browne ditangkap di rumahnya setelah surat perintah penangkapan diterbitkan oleh pihak berwenang. Laporan media lokal Tampa Bay Times menyebut pendeta ini membayar uang jaminan sebesar US$ 500 dan keluar dari penjara usai dicatat dakwaannya.

Sang pendeta didakwa atas melanggar ketertiban dengan menggelar perkumpulan tanpa izin dan melanggar aturan darurat kesehatan publik. Masing-masing dakwaan memiliki ancaman hukuman maksimum 60 hari penjara dan denda US$ 500.

Saat ini, nyaris 5.500 orang positif virus Corona di negara bagian Florida, dengan 63 orang meninggal dunia. Jumlah total kasus virus Corona di AS melebihi 163 ribu kasus dengan lebih dari 3 ribu orang meninggal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru