Terkuak! Begini Cara Virus Corona Berkembang Biak

SOLO – Virus corona baru atau SARS-CoV-2 berkembang biak dengan cepat hingga menyebabkan penyakit Covid-19. Wabah ini telah merenggut ribuan nyawa manusia di dunia.

Peneliti dari Universitas Westlake, Hanzhou, China, akhirnya paham bagaimana cara virus corona berkembang biak.
Dikutip dari Live Science, Kamis (12/3/2020), virus menginfeksi tubuh inang, dalam hal ini manusia, dengan cara menyerang sel sehat.
Virus tersebut menggunakan sel sehat untuk mereplikasi diri sampai menyebar ke sel-sel baru. Virus corona baru ini biasanya berkembang biak dengan menyerang saluran pernapasan.
Cara dengan menempel di reseptor sel pernapasan yang disebut angiotensin-converting enzyme 2 atau ACE2. Virus corona masuk ke dalam sel tubuh lewat kunci molekuler yang disebut protein S.
Hal tersebut dijelaskan oleh peneliti dari University of Texas lewat jurnal Science. Penelitian itu lantas dikembangkan oleh Qiang Zhou.
Dia menggambarkan konkret cara virus corona berkembang biak. Yakni struktur protein reseptor ACE 2 serta cara protein S berinteraksi.
Ia menemukan ikatan molekul antara protein S dan ACE2 cukup mirip dengan pola pengikatan virus SARS.
Perbedaannya terletak pada asam amino yang dipakai mengikat SARS-CoV-2 dengan reseptor ACE.
wujud virus corona berkembang biak
Penampakan virus corona berkembang biak dan muncul dari permukaan sel manusia. (Suara.com/NIAID-RML)
Ikatan ini dapat memengaruhi seberapa cepat virus menular kepada orang lain.
Sebagai informasi, virus corona umumnya hidup di saluran pernapasan. Virus itu tidak bisa hidup sendiri, tapi butuh sel hidup.
Virus corona yang dilempar keluar mulut atau hidung orang terinfeksi tidak bisa terbang jauh. Berdasarkan berbagai laporan disebutkan virus itu paling jauh terlempar dengan jarak 1,8-2 meter.
Virus corona bisa tetap hidup jika ada bahan biologis berupa saluran napas, air liur, atau sel mati yang dilepaskan.
Tetapi jika bendanya kering, maka virus corona bisa mati dalam beberapa jam.

Di negara tropis cenderung panas seperti di Indonesia, virus corona bisa hidup dan berkembang cukup lama di udara bebas. Masa hidupnya sekitar 15 menit dengan daya tular sangat tinggi.
Bahkan, salah satu hasil penelitian menyebutkan virus corona berdaya tular 20 kali lipat ketimbang SARS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru