Tak Terlihat Mewah, Ini Kondisi Makam Keluarga Tempat Peristirahatan Terakhir Ibunda Presiden Jokowi


tribunnews


KARANGANYAR - Makam keluarga besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada tak jauh dari pemukiman dan sawah warga Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng.
Makam tersebut terletak kurang lebih 500 meter sebelah barat Jalan Raya Solo-Purwodadi.
Penggali kubur Suripto menyampaikan keluarga jokowi memiliki petak pemakaman seluas kurang lebih 10 x 10 meter di dusun tersebut.
Adapun bangunan makam menurut dia sangat sederhana, berbeda dengan kompleks makam para petinggi yang biasanya mewah.
Bagian atas bangunan makam saja hanya beratap seng yang tampak sudah berkarat.
Begitu juga jalan menuju makam hanya cor-coran semen biasa pada umunnya di desa.
"Keluarga besar Pak Jokowi memiliki petak pemakaman seluas 10 x 10 meter yang di khususkan untuk keluarga," tutur dia kepada TribunSolo.com, Kamis (26/3/2020).
Makam keluarga Presiden Jokowi di Dusun Mundu tersebut akan menjadi lokasi pemakaman dari sang ibunda Sudjiatmi Notomihardjo.
Sudjiatmi atau akrab disapa Eyang Noto tutup usia di RST Slamet Riyadi Solo pada Rabu (25/3/2020) pukul 16.45 WIB karena penyakit kanker yang dideritanya.
Penggali kubur lainnya, Widodo Ciptowiyono menyampaikan sebanyak delapan orang dikerahkan untuk menyiapkan ibunda orang nomor satu di Indonesia itu.
Proses penggalian selesai Kamis (26/3/2020) pukul 03.30 WIB.
"Makam yang disiapkan dengan kedalaman 1,5 meter, lebar 1 meter, dan panjang 2,5 meter," tutur Widodo.
"Pusara berada di sebelahnya suaminya Noto Mihardjo," tandasnya.

tribunnews
Suripto yang bertugas menggali makam untuk ibunda Jokowi Sudjiatmi Notomihardjo di pemakaman keluarga di Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng, Kamis (26/3/2020). (TribunSolo.com/Adi Surya)

Tanahnya Mudah Digali
Sebelumnya, makam untuk tempat peristirahatan terakhir ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sudjiatmi Notomihardjo sudah siap digunakan, Kamis (26/3/2020).
Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, proses penggalian liang lahat sudah dilakukan sejak Rabu (25/3/2020) pukul 19.30 WIB.
Rencananya, Sudjiatmi atau akrab disapa Eyang Noto akan dikembumikan di pemakaman keluarga Mundu, Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng pukul 13.00 WIB.
Siapakah orang beruntung yang dipercaya menggali kubur ibunda orang nomor satu di Indonesia itu?
Ya, ada nama Suripto warga setempat yang tidak jauh dari lokasi pemakaman.
Penggali kubur itu menyampaikan proses penggalian dan persiapakan berbagai tidak memerlukan waktu banyak.
"Tanahnya mudah digali," ungkapnya kepada TribunSolo.com.
Tidak hanya dirinya, tetapi ada beberapa orang yang ikut membantu penggalian.
Agar kuat menurut dia, dinding liang lahat dilakukan penguatan.
"Kami buat bekisting terus melakukan pengecoran," imbuhnya membeberkan.
Suripto mengungkapkan dirinya baru mendapat kabar meninggalnya nenek Gibran Rakabuming Raka itu sekira pukul 18.00 WIB.
Itu didapatkannya langsung dari kepala dusun setempat.
"Saya dapat kabarnya dari pak Kadus, dapatnya saat adzan Maghrib," ungkap dia.
Dia pun diminta untuk segera mengumpulkan tenaga penggali yang siap membantu proses penggalian makam.
Sebanyak delapan orang penggali kubur berhasil dikumpulkannya.
"Saya diminta untuk siap-siap mengumpulkan teman-teman, sebanyak delapan orang saya siapkan," terang dia.
Bahkan pria paruh baya itu mengaku jika selama ini penggalian liang lahat di pemakaman keluarga Presiden Jokowi adalah dirinya.
"Yang tanggung jawab menggali dari awal itu saya, sudah hampir tujuh tahun melakoninya," akunya.
"Ya keluarga besar Pak Jokowi," tandas dia membeberkan.
Bupati Karanganyar Benarkan Makam Keluarga
Dari informasi terakhir yang didapatkan TribunSolo.com, jadwal pemakaman pada pukul 13.00 WIB.
Bahkan pagi hari pukul 09.00 WIB, kondisi di pemakaman keluarga orang nomor satu di Indonesia itu sudah siap.
Tampak liang lahat yang sudah digali, nisan, tenda dan kursi keluarga hingga pelayat sudah disiapkan dengan warga merah putih.
Untuk masuk ke pemakaman tersebut, pelayat harus masuk perkampungan terlebih dahulu.\
Bahkan kondisinya cukup sederhana, di dekat area persawahan milik warga sekitar.
Tidak lupa antisipasi Corona, ada protokoler kesehatan, tempat cuci tangan dan peyemprotan disinfektan di kawasan makam.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan jika peristirahatan terakhir Sudjiatmi tersebut merupakan pemakaman keluarga besar Presiden Jokowi.
"Pemakaman keluarga beliau (Pak Jokowi)," kata dia kepada TribunSolo.com.
"Nanti saya ke sana," akunya.

tribunnews
Jenazah ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomihardjo disalatkan di Masjid Baturrachman, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjasari, Kota Solo, Jateng, Kamis (26/3/2020) pukul 12.00 WIB. (TribunSolo.com/Ryantono Puji)

Disalatkan di Masjid Kampung
Jenazah ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomihardjo disalatkan di Masjid Baturrachman, Kamis (26/3/2020) pukul 12.00 WIB.
Yakni satu jam sebelum pemakaman yang bakal dilakukan pada pukul 13.00 WIB.
Rombongan hanya berjalan, karena letak kediaman rumah duka dengan masjid di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo cukup dekat hanya puluhan meter.
Jenazah tersebut dipikul oleh Paspampres berjalan dari rumah duka ke lokasi masjid untuk disalatkan.
Terlihat Presiden di Joko Widodo bersama anak-anaknya mengantarkan salat jenazah di masjid tersebut.
Adapun Gibran Rakabuming Raka membawa foto nenek kesayangannya.
Saat itu semua pengantar menggunakan masker dan masuk dalam Masjid untuk ikut mensalatkan jenazah Ibunda Presiden Joko Widodo.
Terlihat juga mobil rombongan sudah berjajar di jalan dekat lokasi masjid tersebut.
Mobil untuk mengantarkan jenazah Sudjiatmi ke tempat peristirahatan terakhir di Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng.
Pada mobil yang ada di lokasi juga bertulis Hiace 1 keluarga dan bus.
Saat para wartawan masuk menuju masjid melalui Kediaman Ibunda Presiden Joko Widodo ada screening yang dilakukan seperti pengukuran suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer.
Prosesi salat jenazah terlihat khidmat dilakukan.
Masjid tersebut terlihat sederhana dengan desain modern.
Dominasi masjid tersebut berwarna hijau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Salmafina Pindah Kristen Agar Hidupnya "Dibenarkan Oleh Tuhan"