Sempat Kabur dari Ruang Isolasi, PDP Corona di Garut Ditemukan di Rumahnya


Virus Corona-Ilustrasi tenaga medis penanganan virus corona
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona yang sempat kabur dari ruang isolasi RSUD dr Slamet Garut akhirnya berhasil dibawa kembali dan mendapatkan perawatan. Sang pasien, saat diamankan di rumahnya mengaku takut sehingga akhirnya melarikan diri dari ruang isolasi.
Komandan Koramil Bayongbong, Kapten Infanteri Jaja, menyebut usai menerima informasi kaburnya pasien dari RSUD dr Slamet Garut, pihaknya menerjunkan anggota untuk melakukan pencarian. Di antara lokasi yang menjadi tempat pencarian anggotanya adalah rumahnya.
"Tadi malam, saat anggota kita melakukan pencarian diketahui bahwa pasien ini ada di rumahnya. Saat pasien dipastikan ada di dalam rumah, rumahnya langsung dikunci dan kita bersama unsur muspika, Bu Camat, Pak Kapolsek langsung menghubungi pihak rumah sakit," ujarnya, Minggu (29/3).
Sekitar pukul 24.00 WIB, lanjut Jaja, pasien tersebut langsung dijemput oleh tim dan dibawa ke RSUD dr Slamet Garut untuk kembali dirawat di ruang isolasi.
Dari pengakuan pasien yang kabur dari ruang isolasi, diungkapkan Jaja, sang pasien mengaku takut sehingga merencanakan melarikan diri. Saat itu, pasien yang sedang dirawat pura-pura izin pergi ke toilet yang lokasinya cukup jauh dari ruang isolasi.
SQR - Ruang Perawatan RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet
Petugas mengenakan alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
"Kata pasien ini memang di ruang isolasi tidak ada toilet. Sebetulnya di rumah sakit juga orang tua pasien ini ada menunggu di luar, tapi pasien ini tetap kabur," katanya.
Jaja melanjutkan, dari pengakuan pasien, saat kabur ia mengaku menggunakan elf dan ojek untuk bisa sampai di rumahnya. Sementara, nasib penumpang elf dan sopir ojek yang ditumpangi PDP corona ini sedang diacak oleh Dinkes Kabupaten Garut.
"Tapi sekarang Alhamdulillah sudah diisolasi lagi. Semoga tidak kabur lagi," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona kabur dari RSUD dr Slamet, Garut. Pasien tersebut diketahui baru datang dari tempat bekerjanya di Bogor pada Rabu (18/3). Saat pulang ke Garut, pasien tersebut mengeluh sakit gigi dan demam.
Pada Kamis (26/3), pasien tersebut pun dilakukan pemeriksaan epidemiologi oleh petugas kesehatan. Saat itu, pasien mengeluh gejala demam, sakit tenggorokan, sesak nafas, lemah, nyeri otot, mual, sakit menelan, dan susah makan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru