Penyebaran Virus Corona Bisa Lewat Udara, Ini Tips Agar Tak Tertular


ilustrasi corona 

Penyebaran virus corona atau covid-19 ternyata tidak hanya berasal dari droplets atau tetesan orang yang positif saja. Namun, ternyata penyebaran virus ini juga bisa dari udara.
Ketua Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging (Pinere) RSU dr Soetomo, dr Soedarsono memberikan sejumlah tips agar masyarakat tidak tertular.
Namun sebelumnya, dr Soedarsono menegaskan jika virus Corona ini tidak melayang-layang di udara seperti bayangan masyarakat.

Namun, dr Soedarsono tak memperkenankan masyarakat menggunakan masker jika sedang dalam kondisi sendirian."Boleh saja kalau kita berada di kerumunan yang tidak terhindari, dan kita tidak tahu kanan kiri kita sakit atau tidak ya monggo pakai masker," pesannya.
"Tapi kalau misalnya berada sendirian, kita sehat ya ngapain, ndak masuk dengan logika kan. Sehingga kadang menjadi aneh seseorang di lapangan (sendirian) memakai masker, itu kan jadi aneh. Seolah tidak begitu," tegasnya.
Selain itu, dr Soedarsono juga menambahkan masyarakat yang sedang batuk atau flu, baiknya memakai masker. Agar penularan ini bisa diantisipasi.
Sementara untuk masyarakat hingga tim medis yang sedang merawat orang yang sakit, sebaiknya juga menggunakan masker untuk mengantisipasi penularan.
Tak hanya itu, dr Soedarsono mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan jarak aman sejauh 1 meter dengan orang lain. Karena, jika seseorang mengalami batuk hingga bersin, droplet atau percikannya bisa terhisap orang lain yang jaraknya dekat."Masker dipakai orang yang sakit, atau orang yang sedang merawat orang sakit," imbaunya.
Dr Soedarsono juga mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.
"Droplet itu percikan yang kemudian dia jatuh di suatu permukaan terutama area 1 meter. Jika kemudian seseorang menyentuh tanpa sengaja permukaan tersebut, setelah itu nempel di tangannya orang itu. Lalu orang tersebut tanpa cuci tangan dulu memegang mata hidung mulut, ini akhirnya virus dan dropletnya nempel. Ini adalah tempat virus tersebut masuk dan mencari tempat tinggalnya di sistem pernafasan. Cara kedua (dari udara) itu bisa artinya kalau jarak yang kurang dari 1 meter bisa saja sebelum jatuh (dropletnya), terhisap oleh orang lain," pungkas dr Soedarsono.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru