Pasien Corona-Petugas Medis di RS Darurat Wisma Atlet Tak Boleh Papasan



WUHAN, CHINA - FEBRUARY 10:  A protective mask is seen on a statue outside a street on February 10, 2020 in Wuhan, China. Flights, trains and public transport including buses, subway and ferry services have been closed for the nineteenth day. The number of those who have died from the Wuhan coronavirus, known as 2019-nCoV, in China climbed to 909.  (Photo by Stringer/Getty Images) 
Jakarta - 
Wisma Atlet Kemayoran resmi menjadi RS darurat penanganan Corona. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan sedikit gambaran tentang mekanisme kerja di RS darurat itu.
"Modifikasi sedikit di lantai 1-2-3 di Tower 7. Ini karena akan dimanfaatkan sebagai RS darurat. Ada laboratoriumnya, farmasinya, radiologi, ICU. Semua sudah siap 100 persen," kata Basuki dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (22/3/2020).
Alat-alat medis itu akan diinstall siang ini dan diperkirakan selesai malam ini. RS darurat Corona di Kemayoran, Jakarta, ini bakal beroperasi besok.Basuki menyebut alat medis di RS darurat Corona Wisma Atlet bersifat portabel.pa yang kita lihat hari ini semua peralatan medisnya sudah masuk, semua portabel. Karena darurat, jadi semua portabel," kata Basuki.
"Ini semua termasuk pengaturan arus orang. Jadi pasien dan petugas tak boleh berpapasan. Ini semua diatur Kemenkes. Jadi ini adalah bentuk sinergi kita," sebut Basuki.Petugas pun telah mengatur lalu lintas di RS darurat Corona Wisma Atlet Kemayoran. Petugas dan pasien positif Corona tak boleh berpapasan.
Total ada 4 tower Wisma Atlet yang jadi RS darurat Corona. Basuki menjelaskan detailnya.
"(Tower) 6-7 pasien, (Tower) 3..., jadi Tower 7-6 itu ada RS dan pasien. Tower 3 untuk dokter dan medis. Tower 1 untuk gugus tugas dan relawan," sebut Basuki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru