Pasien Corona di Italia Sembuh Setelah Minum 'Obat Ebola' Remdesivir


ilustrasi minum obat

Jakarta - 
Sebuah obat yang dirancang untuk mengobati Ebola telah menyelamatkan banyak orang, termasuk pria yang berusia 79 tahun di Italia, pulih dari virus corona.
Pria tua asal Lombardy, Italia Utara, menjadi daerah terkena dampak terburuk di negara tersebut, telah dirawat dengan obat yang disebut remdesivir.
Obat yang dikembangkan oleh perusahaan AS Gilead, awalnya ditujukan untuk melawan Ebola. Namun, setelah tes ekstensif pada hewan positif, obat ini terbukti kurang efektif dalam mencegah kematian pada manusia.

Namun, dokter di Rumah Sakit San Martino di Geno. Di mana pria tua tersebut dirawat selama 12 hari, dengan mengonsumsi remdesivir untuk mengobati virus corona.
Profesor Matteo Bassetti, direktur klinik penyakit menular di rumah sakit mengatakan, pasien yang ia rawat sembuh setelah diberikan obat tersebut.

"Pasien kami yang pertama benar-benar disembuhkan, dalam dua tes swab yang diberikan, keduanya hasilnya negatif," ujarnya.
Remdesivir sekarang sedang diuji dalam beberapa uji klinis di seluruh Amerika Serikat, dengan dokter mengklaim, bahwa obat menghentikan produksi virus dalam tubuh.
Ilmuwan Cina juga mengamati bahwa obat tersebut dapat membantu memperlambat gejala setelah uji klinis di Wuhan.

Selama konferensi pers di China bulan lalu, Bruce Aylward, penasihat senior untuk Organisasi Kesehatan Dunia, juga mengangkat kemungkinan remdesivir digunakan sebagai pengobatan untuk COVID-19.
"Hanya ada satu obat sekarang yang kami pikir mungkin memiliki khasiat nyata. Dan itu adalah remdesivir," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru