Melawan Polisi Saat Dibubarkan untuk Cegah Corona, Penjara 1 Tahun Menanti


Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal saat memberi penjelasan terkait maklumat Kapolri. Foto: Dok Polri
Polri secara masif melarang masyarakat berkumpul dengan jumlah banyak. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus corona. Larangan tersebut berdasarkan maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan, warga yang melarang dan melawan petugas saat penertiban dapat dipidanakan. Pelaku akan dijerat 3 pasal sekaligus dengan masa hukuman maksimal 1 tahun penjara.
“Kami akan proses hukum dengan Pasal 212 KUHP, barangsiapa yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang yang melaksanakan tugas bisa untuk kepentingan bangsa dan negara, dipidana. Kami tambahkan pasal 216 dan 218,” kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/3).
 M Iqbal, Argo Yuwono dan Asep Adi Saputra
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono, dan Kabagpenum Kombes Asep Adi Saputra saat koferensi pres. Foto: Dok Polri
Berikut bunyi 3 pasal yang digunakan polisi dalam menjerat warga bandel yang melawan saat dibubarkan tersebut:
Pasal 212 KUHP yakni barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
 M Iqbal, Argo Yuwono dan Asep Adi Saputra
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono, dan Kabagpenum Kombes Asep Adi Saputra saat koferensi pres. Foto: Dok Polri
Pasal 216 ayat (1) yakni Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.
 M Iqbal, Argo Yuwono dan Asep Adi Saputra
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono, dan Kabagpenum Kombes Asep Adi Saputra saat koferensi pres. Foto: Dok Polri
Pasal 218 KUHP yakni Barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara paling lama 4 bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Aziz menerbitkan maklumat Nomor Mak/2/III/2020 pada Kamis (19/3).
Maklumat tersebut sebagai respons kebijakan pemerintah yang meminta masyarakat berdiam diri di rumah, dan seluruh pihak agar tidak membuat acara pengumpulan massa demi mencegah penyebaran virus corona.
Infografik Menangkal Penyebaran Virus Corona
Infografik Menangkal Penyebaran Virus Corona. Foto: Argy Pradypta/kumparan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru