Media Pemerintah Iran Ingatkan Jutaan Orang Bisa Mati Akibat Virus Corona


BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)

Jakarta - 
Media pemerintah Iran laporkan pada Selasa (17/3/2020) bahwa virus corona COVID-19 bisa membunuh jutaan orang di negaranya. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat yang mengabaikan imbauan tentang kesehatan agar virus tak semakin menyebar.
Dikutip dari Fox News, peringatan itu keluar lantaran para demonstran tetap memaksa untuk masuk ke dalam situs ziarah Syiah di Kota Qom dan Masyhad. Padahal kedua tempat itu sudah ditutup oleh pemerintah sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona di Iran.

Mengingat sudah banyaknya orang yang terinfeksi virus corona di Iran, seorang reporter TV pemerintah yaitu Dr Afruz Eslami memberikan peringatan keras kepada para demonstran. Menurutnya bagi siapa pun yang tidak mau mengikuti panduan tentang kesehatan yang telah ditetapkan, itu bisa menghancurkan sistem medis di Iran.
"Jika fasilitas medis sampai tidak bisa memadai, karena ada 4 juta kasus infeksi akibat ini, 3,5 juta orang di antaranya akan mati," tegas Afruz.
Diketahui hingga kini sebanyak 16.169 orang telah terinfeksi virus corona di Iran, dan 988 di antaranya meninggal dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru