Karantina Wilayah Di Kota Tegal Dinilai Gagal Total


 0 TEGAL – Penerapan karantina wilayah yang dilakukan Pemerintah Kota Tegal dinilai gagal total dan terkesan terburu-buru. Hal itu terbukti, setelah unsur pimpinan dan seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal melakukan inspeksi mendadak, Senin (30/3) siang.
“Ada beberapa titik yang kita tinjau. Salah satunya di Jalan Proklamasi yang menjadi akses utama keluar masuk menuju Kota Tegal. Di sana ada posko pengecekan kesehatan yang ternyata petugasnya masih minim dan belum terkoordinasi dengan beberapa pihak,” terang Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro.
Belum adanya koordinasi, membuat pengendara dengan mudah melintas di kawasan tersebut. Padahal, seharusnya setiap pengendara diperiksa kesehatan hingga identitasnya. Bahkan, bilik disinfektan yang tersedia hanya satu unit saja.
“Petugasnya minim, alatnya juga minim. Banyak kendaraan yang masuk, tetapi tidak ada yang keluar. Kami rasa karantina wilayah ini tidak efektif dan gagal. Apa yang disampaikan Wali Kota tidak dibarengi dengan realisasi di lapangan,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Edy Suripno mengatakan, kesiapan karantina wilayah tidak diperhitungkan secara maksimal. Bahkan, pihaknya menilai konsep karantina tidak jelas, lantaran tidak mempertimbangkan aspek sosial dan aspek ekonomi.
Dari hasil pantauan, pihaknya mendapati adanya warga Kelurahan Debong Kidul, Kota Tegal yang justru terisolir akibat karantina wilayah. Dia harus berjalan memutar melalui Kabupaten Tegal untuk bisa melakukan aktivitas di jantung kota. Padahal, jarak tempat tinggalnya dengan perkotaan hanya beberapa langkah saja.
Ironisnya lagi, sambung Edy, masyarakat juga ikut memblokade jalan, karena mereka tidak ingin daerah pemukimannya dilalui kendaraan yang terdapak karantina wilayah. Pihaknya menilai, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, maka dapat menimbulkan kesenjangan sosial di tengah masyarakat.
“Terus terang kami (DPRD) bingung apa yang ditargetkan Pemkot. Jika targetnya hanya sebatas ingin viral, maka hal itu sudah tercapai. Tetapi jika ditargetkan secara substansial, jelas masih jauh atau gagal,” tegas Uyip, sapaan akrab Edy Suripno.
Uyip menegaskan, kebijakan Pemkot saat ini justru menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. Dimana masyarakat semakin rendah, karena kebijakan yang tidak bisa diterima oleh nalar. Seharusnya, Pemkot lebih mengedepankan pada penanganan yang bersifat substansial.
Seperti misalnya, memperbanyak Alat Pelindung Diri (APD), mengkonsolidasikan seluruh stakeholder untuk gotong royong bersama memerangi Covid-19 melalui aksi sosial dan memperbanyak bilik disinfektan.
“Kami juga mempertanyakan rekomendasi penataan rekayasa lalu lintas yang menjadi kewenangan Kepolisian. Sebab, diyakini bahwa kebijakan karantina wilayah ini tidak mendapatkan rekomendasi dari Kepolisian,” tutupnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru