Jumlah Korban Meninggal Akibat Corona di Italia Lampaui China

Italia jadi salah satu negara dengan jumlah kasus COVID-19 yang cukup tinggi di luar China. Petugas medis di negara itu bahu membahu rawat pasien virus corona. 
Petugas medis yang merawat pasien virus Corona di Italia (AP Photo)

Roma - 
Jumlah korban meninggal dunia akibat virus Corona di Italia akhirnya melampaui jumlah korban meninggal di China yang menjadi lokasi awal kemunculan virus ini. Saat ini dilaporkan lebih dari 3.400 orang meninggal akibat virus Corona di wilayah Italia.
Seperti dilansir AFP, Jumat (20/3/2020), otoritas Italia dalam laporan terbaru mengumumkan total korban meninggal akibat virus Corona mencapai 3.405 orang hingga Kamis (19/3) waktu setempat. Lonjakan terjadi setelah otoritas Italia melaporkan 427 kematian baru sepanjang Rabu (18/3) waktu setempat.
Jumlah total korban meninggal akibat virus Corona di wilayah China daratan kini dilaporkan mencapai 3.245 orang.
Di bawah Italia, ada Iran dengan jumlah korban meninggal mencapai 1.284 orang. Para pakar medis mempertanyakan data yang selama ini dilaporkan Iran karena dianggap tidak transparan.Seluruh kematian di wilayah Italia itu terjadi dalam kurun waktu empat minggu sejak sejumlah kasus virus Corona dilaporkan di sekitar Milan sebelum akhirnya meluas ke wilayah-wilayah lainnya yang memicu langkah tegas pemerintah untuk memberlakukan lockdown nasional.
Selanjutnya, ada Spanyol dengan 767 orang meninggal dan Prancis dengan 264 orang meninggal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) beberapa waktu lalu menyatakan bahwa pusat dari pandemi virus Corona yang sebelumnya ada di China, telah bergeser ke kawasan Eropa.
Kasus-kasus baru virus Corona dinilai belum mencapai puncaknya meskipun pemerintah Italia telah mengerahkan upaya-upaya terbaik. Opsi memperpanjang masa pemberlakuan lockdown nasional pun tengah menjadi pertimbangan pemerintah.
"Gunakan akal sehat Anda dan bertindaklah dengan sangat hati-hati. Kita tidak meremehkan apapun dan selalu bertindak berdasarkan skenario terburuk," ucap Perdana Menteri (PM) Italia, Giuseppe Conte, kepada warganya.
Diketahui bahwa lockdown nasional akan berakhir pada Rabu (25/3) pekan depan. Conte bersikeras bahwa perpanjangan penerapan langkah-langkah tegas, termasuk menutup seluruh toko kecuali apotek dan toko bahan makanan, tidak bisa dihindari.
"Seluruh langkah yang telah kita ambil, baik yang menutup banyak bisnis di negara ini dan yang membatasi pergerakan orang-orang, hanya bisa diperpanjang," tegasnya.
"Saat ini, tidak ada pembatasan lain yang dipertimbangkan. Tapi jika larangan-larangan yang diberlakukan tidak dihormati, kita harus bertindak," tandas Conte.
Sejauh ini, jumlah total kasus virus Corona di wilayah Italia dilaporkan mencapai 41.035 kasus. Jumlah itu mencapai separuh dari jumlah total kasus virus Corona di China daratan yang kini mencapai 80.928 kasus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru