IDI: Kasus COVID-19 di Indonesia Mirip Puncak Gunung Es



 Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (22/3). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Peningkatan pasien corona di Indonesia kini seolah hanya angka dalam tabel yang lonjakannya tak bisa dikendalikan. Padahal, sejak kasus 01 02 muncul, gegernya luar biasa.
Minggu (22/3) hari ini, kasus positif COVID-19 bertambah 64 orang menjadi 514 kasus. Dengan pasien meninggal 10 orang, sehingga total meninggal 48 orang meninggal.
Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban, menyebut kasus corona di Indonesia adalah fenomena gunung es. Data yang muncul hanya bagian kecil dari yang sebenarnya jumlah orang terpapar
"Jumlah sudah banyak tapi yang terdiagnosis baru sedikit, jadi mirip-mirip puncak gunung es. Jadi kalau kita tes misal 1.000 orang, tentu enggak bisa deteksi 5.000," ucap Ketua Satgas COVID-19 IDI, Zubairi Djoerban kepada wartawan, Minggu (22/3).
Zubairi menyebut salah satu sebab Indonesia telat mengidentifikasi kasus corona adalah sampel dan waktu tes yang minim. Itu pula sebab banyak kasus meninggal di Indonesia.
"Kalau kita bisa ikutin Korsel bagus sekali. Mereka bisa tes 10.000 sehari dan karena tes itu kemudian yang ketemu diisolasi, dikarantina. Jadi tes itu sebetulnya mutlak diperlukan selain social distancing," paparnya.
"Ini masalah serius jadi harus bekerja cepat sekali enggak boleh sebaliknya. Kemudian tes sebanyak mungkin, kalau bisa 10 ribu tes sehari."
Zubairi menyarankan tak hanya tes dipercepat dan diperbanyak, tapi juga mestinya gratis. Dia menyinggung alat test massal yang disiapkan pemerintah perlu ada sosialisasi yang jelas.
"Kemarin sudah datang 2.000 (rapid test) hari ini datang 150 ribu. Tapi pada waktu hari ini ada yang mau cari, rapid test itu enggak ada," terangnya.
Selain melalui tes, mengungkap fenomena gunung es corona adalah dengan kontak tracing seketat mungkin. Telusuri dan tes semua yang punya riwayat kontak dengan kasus.
"Tracing ini harus benar, dan kalau ketemu isolasi segera," pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)