IDI Desak Jokowi Segera Putuskan Lockdown untuk Tekan Penyebaran Corona



PTR - LIPSUS Tak Siap Corona RSPI Sulianti Saroso
Suasana area RSPI Sulianti Saroso tempat isolasi pasien Corona Covid 19, Rabu (11/3). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Angka penderita virus corona (COVID-19) di Indonesia sudah mencapai 514 orang dan 48 lainnya meninggal dunia. Namun hingga kini, pemerintah belum juga menerapkan kebijakan lockdown untuk menekan penyebaran corona.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun turut angkat bicara. Menurut Ketua Satgas COVID-19 IDI, Zubairi Djoerban, pihaknya setuju jika lockdown diterapkan.
“Sangat setuju banget lockdown dan minta segera, itu penting,” ucap Zubairi kepada wartawan, Minggu (22/3).
IDI memahami pemerintah alergi dengan istilah lockdown. Maka tak masalah Jokowi tak menggunakan istilah lockdown, tapi penerapannya sama yaitu membatasi bahkan mengisolasi warga di rumah.
Sosialisasi Bahaya Virus Corona di Stasiun Senen
Sejumlah penumpang di Stasiusn Pasar Senen menggunakan masker, Senin (9/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
"Artinya yang penting adalah kan sudah disarankan bekerja dari rumah, sekolah-sekolah sudah ditutup. Jadi menurut saya istilahnya karena mungkin agak alergi dengan istilah lockdown ya, ganti saja dengan yang lain," tuturnya.
IDI menyoroti imbauan social distancing yang ternyata tak disiplin diterapkan masyarakat. Jika terus dibiarkan, maka upaya pencegahan corona bisa gagal.
"Perilaku ini penting karena kalau ini tidak mengikuti anjuran pemerintah maka bisa gagal. Jadi saya kira itu yang utama. Jadi kalau itu dikerjakan, katakan lockdown itu tadi sama dengan tinggal dirumah, ya sudah tinggal di rumah saja, kan sama dengan lokdown," tuturnya.
"Itu istilah lain saja, lockdown kecil lah. Jadi kalo lock down bagus, tidak lockdown asal isunya sama aja ya enggak apa-apalah," imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo memastikan pemerintah RI tak akan mengeluarkan kebijakan lockdown.
Pernyataan Doni itu menegaskan sikap pemerintah saat ini. Presiden Jokowi sebelumnya memang hanya meminta warganya untuk tetap di rumah (social distancing).
"Pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi yang memberi instruksi kepala gugus tugas, tak ada lockdown," kata Doni dalam videonya, Sabtu (21/3).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)