Cornfield Bomber, Pesawat Tempur yang Mendarat Sempurna Tanpa Pilot


Sebuah kecelakaan penerbangan yang bisa dibilang unik pernah terjadi pada 2 Februari 1970. Saat itu, tiga buah pesawat Convair Delta Darts lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Malmstorm di Montana, Amerika Serikat, untuk menjalani misi pelatihan rutin. Salah satu dari tiga pesawat tersebut diketahui melakukan pendaratan dengan sempurna tanpa seorang pilot di dalamnya. Bagaimana bisa?

Jadi, salah satu dari pesawat tersebut dikemudikan oleh Kapten Gary Faust. Ia kemudian melakukan putaran datar atau flat spin, dimana ini merupakan sebuah teknik aerodinamika yang dilakukan pesawat saat berputar ke kanan atau ke kiri dengan cepat. Saat sebuah pesawat telah melakukan flat spin, biasanya akan sangat sulit untuk kembali ke posisi normal.

Saat itu, rekan-rekannya menyadari bahwa pesawat Gary sedang jatuh mengarah ke bawah dan mereka pun berusaha untuk memberikan instruksi spin-recovery. Gary memahami instruksi tersebut dan mencoba melakukannya. Namun, ketika pesawat sudah berada di atas 15.000 kaki dari permukaan tanah, Gary memutuskan untuk meninggalkan pesawatnya. Saat pesawat sudah tanpa pilot, ternyata pesawat tersebut sukses mendarat dengan sempurna.

Foto: Kini Pesawat Tersebut Dimuseumkan di Ohio, Amerika Serikat.

Mendapati peristiwa unik ini, pihak Pangkalan Angkatan Udara Malmstorm ingin mengetahui alasan dibalik suksesnya pendaratan pesawat tersebut. Dari analisa yang dilakukan, saat Gary keluar dari pesawat, sebenarnya hal tersebut sudah membuat pengurangan berat dan perubahan pada pusat gravitasi, ditambah dengan dorongan kursi saat mendorong Gary keluar pesawat, sehingga membuat arah hidung pesawat menjadi ke bawah dan mengubah dinamika pesawat.

Saat Gary sudah berada di luar dengan parasutnya, Mayor Lowe, pilot pesawat yang lain menyuruh Gary untuk kembali ke pesawatnya. Namun, tentu saja hal tersebut mustahil untuk dilakukan. Gary pun turut menyaksikan pesawatnya yang meluncur dengan mulus dan berhenti di sebuah ladang gandung dekat Big Sandy, Montana. Gary kemudian turun di pegunungan terdekat dan diselamatkan oleh penduduk setempat.

Setelah pesawat mendarat dan berhenti total, kru pemulihan dari Pangkalan Angkatan Udara McClellan tiba di tempat kejadian dan mulai membongkar pesawat. Kerusakan pada pesawat juga sangat kecil, bahkan pesawat tersebut masih mampu untuk diterbangkan keluar dari ladang.
Setelah kejadian tersebut, pesawat tersebut kemudian mendapatkan nama “Cornfield Bomber”, karena berhasil masuk ladang dengan cara yang tidak masuk akal. Pesawat tersebut kemudian diperbaiki dan kembali dioperasikan. Pada tahun 1986, pesawat tersebut kemudian diserahkan ke Museum Nasional Angkatan Udara Amerika Serikat di Dayton, Ohio sebagai pajangan.

Sumber: warhistoryonline.com | businessinsider.com |amusingplanet.com
Sumber foto: commons.wikimedia.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Salmafina Pindah Kristen Agar Hidupnya "Dibenarkan Oleh Tuhan"