Apa Iya Virus Corona Bisa Mati di Terik Matahari dan Sabun?


DI tengah pandemi virus corona muncul mitos-mitos beredar di masyarakat dan harus diluruskan. Salah satunya adalah adanya pendapat bahwa virus ini bisa mati jika terpapar terik matahari.
Spesialis Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dr Rebriarina Hapsari, MSc, SpMK. Menurutnya, hingga saat ini belum ada publikasi yang menyebutkan bahwa virus corona atau COVID-19), dapat mati di bawah terik matahari.
“Tapi untuk coronavirus yang lain, di atas suhu 56 derajat tidak bisa dideteksi lagi setelah 24 jam. Tapi bisa berbeda coronavirus dan COVID-19,” terang Dokter Rebriarina saat berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melalui channel Youtube.
Sebab, tambah Dokter Rebriarina, bagian luar virus corona itu sendiri tidak ada lapisan lemaknya. Makanya lebih tidak tahan terhadap pemanasan.
Banyak pula masyarakat yang berusaha mencegah penularan virus corona dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Karenanya, virus corona atau COVID-19 dinilai tidak tahan dengan sabun dan bisa langsung mati apabila terpapar senyawa tersebut.
“Sabun tidak efektif 100 persen, karena harus memiliki waktu kontak yang cukup. Tapi ada minimal waktu kontak dengan bahan aktif yang ada dalam sabun atau hand sanitizer. Kalau berdosis alkohol harus 20 detik, kalau air sabun sekira 40 detik,” tuntasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)