8.000 Peserta Ijtima Dunia Nekad Datang di Gowa



Di tengah pencegahan virus corona (Covid-19), sekitar 8.000 jemaah tabligh Ijtima Dunia 2020 Zona Asia dikabarkan sudah berkumpul di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.


Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo membenarkan informasi tersebut.


"Iya (benar informasi soal lebih dari 8.000 anggota jamaah tabligh sudah tiba di Gowa)," kata Agus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (18/3).



Menurut Agus, saat ini seluruh pihak terkait tengah membahas pertemuan tersebut. Kendati begitu, Agus belum mengetahui hasil rapat tersebut.


Informasi yang menyebut 8.000 jemaah tabligh Ijtima Dunia itu sudah tiba di Gowa dibagikan oleh akun Twitter @nuicemedia pada Rabu (18/3) sekitar pukul 18.45 WIB.


Pemerintah Kabupaten Gowa sudah meminta penyelenggara menunda kegiatan tersebut sehubungan pencegahan pandemi virus corona (Covid-19).


"Lebih dari 8.000 anggota jamaah tabligh tiba di Gowa, Sulawesi Selatan untuk perkumpulan keagamaan yang akan digelar pada 19-22 Maret. Ini grup yang sama yang bertanggung jawab atas perkumpulan di Malaysia 2 pekan lalu, yang menginfeksi Covid-19 kepada lebih dari 500 orang. Pemerintah setempat berupaya membatalkan acara tersebut," cuit @nuicemedia.


Lihat juga: Update Corona 18 Maret: 227 Kasus, 19 Meninggal, 11 Sembuh


BNPB Konfirmasi 8.000 Peserta Ijtima Dunia Sudah Tiba di GowaInsert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)

Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia rencananya digelar di Pakkatto, Gowa, Sulawesi Selatan, pada 19 sampai 22 Maret. Acara itu dikabarkan melibatkan peserta dari 48 negara.


Dikabarkan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gowa meminta panitia Ijtima Dunia menunda penyelenggaraan.


Penyelenggara Ijtima Dunia 2020 Zona Asia ini sebelumnya menyelenggarakan Tabligh Akbar di Masjid Sri Petaling, Malaysia pada 28 Februari hingga 1 Maret 2020. Dalam Tabligh Akbar tersebut, sedikitnya 696 warga negara Indonesia (WNI) menjadi peserta. Tabligh Akbar itu juga diikuti oleh 12 orang positif corona.


Dalam mengantisipasi penyebaran virus corona, Presiden Joko Widodo telah meminta masyarakat mengurangi mobilitas dan menjaga jarak.


"Jaga jarak dan mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko lebih besar pada penyebaran Covid-19," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3).


Saat ini total kasus positif virus corona per Rabu (18/3) pukul 12.00 WIB mencapai 227 orang, dengan 19 orang meninggal dunia, 11 lainnya dinyatakan sembuh.


  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru