Khaerul (28) memerkosa seorang wanita berusia 21 tahun yang sedang mabuk saat hendak mengantarnya pulang.
Khaerul melancarkan aksinya tersebut di lantai dua masjid di Kecamatan Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/7/2019) dini hari.
Kapolsek Makassar Kompol Kodrat Muhammad Hartanto mengatakan, aksi itu bermula ketika Khaerul mengajak korban menenggak minuman keras.
Saat itu, korban baru saja bertengkar dengan pacarnya yang kemudian di tengah jalan bertemu dengan Khaerul.
"Setelah korban mencari pacarnya, bertemulah dengan tersangka yang mana tersangka sedang minum dengan temannya dan korban ditawari minum," ucap Kodrat, Jumat (19/7/2019).
Usai membuat korban mabuk, Khaerul kemudian memutuskan mengantar pulang korban.
Melihat korban yang tidak sadarkan diri, pelaku tergoda dan kemudian mencabuli korban.
Khaerul melakukan aksinya di lantai dua masjid.
Aksi tersebut terlihat oleh warga sekitar yang hendak menuju masjid untuk shalat subuh.
Bersama warga lainnya, Khaerul kemudian diamankan.
"Jadi korban dibaringkan, dibawa masuk ke lantai dua masjid.
Sempat dilihat oleh warga saat terjadi tindakan tak senonoh dilakukan oleh pelaku di saat kondisi korban tidak sadarkan diri saat itu," ujarnya.
Saat hendak digiring ke kantor polisi, Khaerul berusaha melarikan diri.
Polisi yang mendapatkan laporan kemudian mengejar dan akhirnya menangkap pelaku.
"Pelaku awalnya masih mengelak sehingga dilakukan pemeriksaan secara intensif.
Kita kumpul bukti-bukti.
Sekarang diproses kasus pemerkosaan dan ditahan di Mapolsek Makassar," ujarnya.
2 Sejoli Berbuat Mesum di Toilet Masjid Pamekasan
Video detik-detik sepasang remaja terciduk melakukan adegan senonoh di kamar mandi (toilet) masjid Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (17/7/2019) viral di media sosial.
Video penggerebekan sejoli ini viral setelah diunggah akun instagram @warung_jurnalis, Kamis (18/7/2019).
Dalma video berdurasi 30 detik itu tampak keramaian warga yang heboh mengetahui ada pasangan mesum di lingkungan rumah ibadah.
Telihat ada seorang yang dibalut dengan selimut berwarna biru, sedang digiring memasuki mobil.
Diduga yang ditutupi dengan selimut biru tersebut merupakan pelaku pria.
Tak jelas yang dibicarakan dalam rekaman tersebut.
Setelah pelaku masuk mobil, terlihat seorang wanita yang wajahnya ditutupi kain merah keluar digiring.
Wanita tersebut dimasukkan mobil menyusul pelaku yang pertama.
Dalam keterangan, @warung_junalis menyebut keduanya telah diamankan dan akan dinikahkan.
"Diduga mesum di toilet masjid, sejoli diamankan selanjutnya akan dinikahkan," tulis @warung_jurnalis.
Video ini pun telah dilihat hampir 40 ribu kali dan dikomentari oleh banyak pengguna.
Informasi dari wartawan surya.co.id yang bertugas di sana menyebutkan, muda-mudi yang ditangkap ini berinisial NS (17) warga Dusun Buk Pandan, Desa Sokobonah Daya, Kecamatan Sokobenah, Kabupaten Sampang  dan MS (19) warga Dusun Tlagah, Desa Tlagah, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.
Kapolsek Pakong, Iptu Mohammad Tarsun mengungkapkan, penggerebekan yang dilakukan warga terjadi pada pukul 10.30 WIB.
Warga, awalnya tidak menaruh curiga kepada pasangan tersebut saat masuk ke halaman masjid menggunakan motor.
Warga mengira pasangan itu hanya mau istirahat atau menumpang memakai kamar mandi.
Namun, warga kemudian curiga karena keduanya masuk bersama dalam satu toilet.
"Yang masuk duluan si cewek ke toilet khusus perempuan. Namun, kemudian disusul oleh si cowok. Di dalam toilet sampai 30 menit," kata Tarsun, saat dikonfirmasi, Rabu.
Setelah pasangan itu ditunggu 30 menit tidak kunjung keluar dari dalam toilet, warga kemudian menggedor pintu toilet.
Akhirnya, pintu dibuka.
Si cewek yang masih duduk di bangku salah satu SMA di Kabupaten Sampang, keluar duluan.
Sedangkan si cowok, pura-pura cuci muka.
Keduanya kemudian dicecar beberapa pertanyaan oleh warga, termasuk perbuatan selama berdua di dalam toilet.
"Jawaban mereka berbelit-belit. Warga kemudian membawanya ke kantor polisi karena dikhawatirkan sampai terjadi keributan dan main hakim sendiri," imbuh Tarsun.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Tarsun kemudian memanggil orangtua masing-masing.
Setelah dilakukan mediasi, orangtua mereka sepakat untuk menikahkan mereka.