Selasa, 02 Juli 2019

Punya Banyak Keistimewaan, Burung Merpati Milik Aristyo Setiawan Terjual Rp 1 Miliar

Punya Banyak Keistimewaan, Burung Merpati Milik Aristyo Setiawan Terjual Rp 1 Miliar

SEXUIL.COM, BANDUNG - Harga jual seekor burung merpati bisa mencapai angka Rp 1 miliar lho! Setidaknya, itu sudah dibuktikan oleh seekor burung merpati yang sebelumnya dimiliki warga Kota Bandung bernama Aristyo Setiawan.
Ditemui di tempat kerjanya di kandang Embatama di Jalan Cisaranten, Kota Bandung, Senin (1/7/2019), Aris mengaku tidak pernah menyangka ada yang mau membeli burung merpati miliknya dengan mahar Rp 1 miliar.
Burung merpati yang diberi nama Jayabaya oleh Aris terjual kepada seorang penghobi asal Bogor bernama Robby pada Jumat (28/6/2019) lalu.
Tetapi, uang mahar yang diberikan tidak berbentuk tunai melainkan berbentuk bilyet giro.
Aris mengatakan, awalnya dia tidak mau menjual burung merpati kesayanganya tersebut. Agar tidak ada yang berani beli, dia mengaku sengaja mematok harga tinggi.
“Sebenarnya saya berat ngelepas. Strategi saya biar orang enggak ada yang mau beli burung saya, makanya dipatok Rp 1 miliar,” kata Aris, Senin sore.  
Rasa sayang Aris terhadap burung merpati miliknya goyah ketika datang dua tawaran menggiurkan.
Tawaran pertama datang dengan nilai Rp700 juta dan tawaran kedua Rp750 juta. Aris hanya goyah, tapi belum mau melepas burung merpatinya ke tangan orang lain.
“Ada dua orang yang nawar. Dari Banten Rp 700 juta dan pak Robby orang Bogor (Rp 750 juta). Penawarannya itu sekitar dua bulan lalu," bebernya.
Kedua tawaran menggiurkan itu belum terlalu digubris oleh Aris. Namun, ketika salah satu dari dua orang penawar yang pernah ditolaknya dua bulan lalu kembali datang menyebutkan angka Rp 1 miliar untuk memboyong Jayabaya, Aris tidak kuat menahan godaan. 
Tak mau kehilangan momen langka, burung merpati juara itu akhirnya direlakan olehnya untuk dimiliki orang lain.
“Mungkin Pak Robby takut keduluan, jadi Pak Robby berani bayar segitu. Saya juga kaget kok, ada yang sanggup ngeluarin Rp 1 miliar buat seekor burung. Kalau paketan misalnya pernah ada 12 ekor sampai 20 burung seharga Rp700 juta, tapi ini satu burung," ujar Aris masih keheranan.
Juara Lomba
Ditanya soal prestasi, Aris mengatakan jika Jayabayamemang jawara di berbagai ajang lomba merpati tingkat nasional khususnya di ajang kelas merpati tinggi kolong meja.
"Awalnya memang sering kalah dulu karena pastinya butuh penyesuaian. Tapi setelah itu selalu berprestasi," ungkapnya.
Aris menuturkan, belasan kali Jayabaya naik podium juara baik juara 1 maupun masuk 10 besar burung terbaik perlombaan yang rutin digelar oleh organisasi Penggemar Merpati Tinggi Indonesia (PMTI). Rata-rata, kata Aris, PMTI menggelar hingga 22 kali kejuaraan setiap tahun.
"Sebelum dipegang saya juga, Jayabaya pernah juara 1 Anniversary Bansel. Dalam satu tahun bisa dapat prestasi belasan itu luar biasa. Belum ada yang bisa menyamai rekor Jayabaya," imbuhnya.
Dari beragam prestasi yang disabet Jayabaya, Aris sudah mendapatkan banyak keuntungan. Dia mengakui, puluhan juta rupiah setiap perlombaan bisa dibawa pulang.
"Rata-rata setiap perlombaan total hadiah bisa Rp 75.000.000 sampai ratusan juta tergantung pesertanya," akunya.
Dengan nominal fantastis yang didapatnya dari hasil menjual Jayabaya, Aris mengaku tidak merasa rugi. Sebab, dia berniat kembali mencetak burung jawara seperti Jayabaya.
"Saya memang punya kandang sendiri buat pelihara burung lomba. Saya punya 40 sampai 50 ekor burung merpati," tandasnya. 
Dihubungi terpisah, Robby, warga Bogor yang enggan disebutkan nama lengkap dan alamatnya membenarkan jika dia membeli Jayabaya dengan mahar Rp 1 miliar.
“Iya benar, saya bayar pakai giro,” akunya.
Robby mengaku sudah lama mengincar Jayabaya. Dia mengaku takjub dengan performa Jayabaya setiap ikut lomba tingkat nasional.
“Saya ambil keputusan (membeli) tidak gampang. Itu bukan burung murah. Saya mempelajari burung itu dari 2018 lalu. Sudah lama saya lihat dulu. Setelah ganti bulu seperti apa, apakah berubah apa apa menurun (performanya). Karena ini bukan duit kecil yang saya keluarkan. ternyata makin membaik (performanya), berarti saya enggak salah membeli,” ucapnya.
Robby mengatakan tidak menghitung untung rugi. Menurut dia, kepuasan yang didapatnya setimpal dengan uang yang dikeluarkan.
“Ini hobi. Kalau sudah hobi kita carinya kepuasan. Jadi, berapa banyak uang yang keluar saya enggak hitung, enggak saya rinci,” tandas pria yang enggan dipublikasikan profesinya ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar