Rabu, 24 Juli 2019

Presiden AS: Jika Saya Mau, Afghanistan Bisa Musnah dari Muka Bumi

Presiden AS: Jika Saya Mau, Afghanistan Bisa Musnah dari Muka Bumi

Licengsui 081393621657 
WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) DonaldTrump mengatakan dia lebih memilih jalan dialog daripada perang untuk mengatasi konflik Afghanistan.
Pernyataan itu dia sampaikan ketika bertemu dengan Perdana MenteriPakistan Imran Khan di Kantor Oval Gedung Putih, Washington DC, pada Senin (22/7/2019).
AS menekan Taliban untuk mencapai kesepakatan politik sebelum pemilihan Afghanistan September mendatang, dan menjadi jalan bagi penarikan pasukan di sana.
Diwartakan AFP dan BBC Selasa (23/7/2019), dia memperingatkan jika harus mengambil jalan kekerasan, AS bisa memenangkan perang dalam hitungan hari.
Kapal induk AS
Kapal induk AS (US NAVY)
"Jika kami ingin berperang dan menang, kami akan mengalahkan dalam satu pekan. Afghanistan bisa terhapus dari muka Bumi ini," terang presiden 73 tahun itu.
Namun, dia mengklaim tidak ingin mengambil jalan perang karena bisa membunuh jutaan orang. "Saya hanya tidak ingin membunuh 10 juta orang," katanya.
Karena itu, lanjut Trump, dia meminta supaya Pakistan di bawah pimpinan Khan untuk menekan Taliban supaya bisa memperoleh perjanjian damai dengan Kabul.
Perkataan Trump diiyakan oleh Khan. Dia menuturkan tidak ada solusi militer di Afghanistan. "Jika Anda memilih militer itu, jutaan orang akan mati," paparnya.
Lebih lanjut, Trump memuji Pakistan sudah membantu AS sehingga bisa membuat perkembangan signifikan dalam waktu dua pekan terkait perundingan dengan Taliban.
"Saya harus memuji Presiden Trump karena beliau kini lebih mementingkan untuk mendesak orang supaya bersedia mengakhiri perang," beber PM 66 tahun itu.
Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini
Kontroversi Trump "serang" imigran
Presiden Donald Trump baru-baru ini lewat akun Twitter menyerang empat anggota kongres berlatar belakang migran dan mengatakan, jika mereka tidak senang dengan situasi di AS, sebaiknya mereka "pulang" ke negara asalnya.
Tujuan serangannya adalah Ilhan Omar dari Minnesota, Alexandria Ocasio-Cortez dari New York, Rashida Tlaib dari Michigan dan Ayanna Pressley dari Ohio.
DPR AS yang dikuasai kubu Demokrat kemudian mengeluarkan resolusi mengecam pernyataan itu sebagai "rasis".
Beberapa anggota kubu Republik turut mendukung resolusi itu. Tapi Trump tidak berhenti melakukannya.
Pada sebuah acara di negara bagian North Carolina (foto artikel), Trump mengatakan kepada pendukungnya, jika ke-empat anggota Kongres tidak menyukai kebijakannya tentang masalah-masalah seperti imigrasi dan pembelaan terhadap membela Israel, mereka sebaiknya pergi dari AS.
"Jadi para perempuan anggota kongres ini, komentar-komentar mereka membantu memicu bangkitnya sayap kiri yang berbahaya dan militan," kata Trump. North Carolina adalah salah satu negara bagian yang dipandang penting dalam pertarungan pada pemilu depan tahun 2020.
Mengusung isu anti migran untuk Pemilu 2020
Ketika Trump menceritakan pernyataan-pernyataan kritis terhadap AS dari masa lalu yang dibuat oleh Ilhan Omar, yang lahir di Somalia dan beremigrasi ke Amerika Serikat sebagai anak-anak - kerumunan massa mulai meneriakkan: "Kirim dia kembali!"
"Malam ini saya punya saran untuk para ekstremis yang dipenuhi kebencian yang terus-menerus mencoba merobohkan negara kita. Mereka tidak pernah memiliki sesuatu yang baik untuk dikatakan. Itulah sebabnya saya berkata: 'Hei, jika mereka tidak suka, biarkan mereka pergi. Biarkan mereka pergi'," kata Trump kepada pendukungyna.
Salah satu sumber yang dekat dengan Trump mengatakan kepada kantor berita Reuters, Trump sedang mempersiapkan pendukungnya untuk pemilu mendatang pada November 2020, agar dia bisa terepilih kembali.
"Dia berusaha menjadikan mereka (empat perempuan anggota kongres) jadi wajah Partai Demokrat mendekati siklus 2020 dan dia berusaha untuk menyoroti mereka sebagai kelompok pinggiran," kata sumber itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar