Minggu, 07 Juli 2019

Poligami Tak Semudah Memuntahkan Sperma ke Lubang Baru

Kutipan dalam judul ini menjadi viral setelah seorang istri pesohor religi mencurahkan perasaannya di media sosial. Bagaimana pandangan Anda tentang poligami? Berikut pandangan Nong Darol Mahmada.

Setiap memasuki dunia pernikahan maka selalu ucapannya adalah semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah dan rahmah. Tujuan pernikahan memang untuk meraih hidup yang sakinah (tenang) dalam balutan mawaddah (Cinta) dan rahmah (kasih sayang), bukan hanya sekedar menyalurkan kebutuhan biologis saja.
Di media sosial pernah ramai curhat kekecewaan Dian Rose, istri penyanyi Opick. Ia kecewa suaminya menikah lagi secara diam-diam dengan perempuan yang cukup dekat dengan keluarganya. Dian dan Opick telah menikah selama 17 tahun dan telah dikaruniai 6 putra/i.





                        Penulis: Nong Darol MahmadaTentu saja saya sangat memahami dan memaklumi kekecewaan dan kemarahan Dian sebagai seorang istri yang telah dikhianati suaminya ini. Meski sang suami berargumen bahwa poligami dibolehkan oleh agama tapi saya sepenuhnya setuju dengan pernyataan Dian bahwa "Poligami ngga semudah memuntahkan spermamu pada lubang yang baru". Saya mengamini sepenuhnya pernyataan ini.

Syaratnya berat

Dalam doktrin Islam baik itu Alquran maupun Hadis, poligami memang disebutkan secara terang benderang. Tapi saya malah memahaminya perilaku ini dilarang karena syaratnya sangat berat yaitu harus bisa bersikap adil. Bahkan karena sulitnya berlaku adil maka Alquran menyarankan agar beristri satu saja.
Juga dalam kenyataannya, kebanyakan suami yang melakukan poligami dimulainya dengan melakukan kebohongan sehingga mengakibatkan kekerasan kepada anggota keluarga baik istri maupun anak-anaknya. Ini juga yang terjadi pada poligami yang dilakukan oleh Opick bila kita baca curahan hatinya yang viral itu.



sangat keras. Penulis: Silke Wünsch (ml/ap)
1 | 11

KH. Husein Muhamad dalam bukunya berjudul "Ijtihad Kyai Husein" menyebut ada tiga pandangan terhadap poligami. Pertama, poligami adalah Sunnah alias mengikuti perilaku nabi Muhamad. Keadilan yang eksplisit disebut dalam Alquran cenderung diabaikannya atau hanya sebatas argumen verbal belaka.
Kedua, pandangan yang memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat yang ketat. Ketiga, pandangan yang melarang poligami secara mutlak. Perbedaan pandangan ini berkaitan dalam menafsirkan Surat An-Nisa ayat 3: "Dan jika kamu takut tidak bisa berbuat adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (ketika kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan-perempuan (lain) yang kamu senang: dua, tiga atau empat, jika kamu tidak bisa berbuat adil, maka cukup seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya."
Pak Quraish Syihab adalah seorang ulama yang bisa dianggap mewakili pandangan kedua. Menurutnya, ayat ini tidak juga menganjurkan apalagi mewajibkan poligami. Ayat tersebut hanya bicara tentang bolehnya poligami, dan itu pun merupakan pintu kecil yang hanya dapat dilalui oleh siapa yang sangat amat membutuhkan, dan dengan syarat yang tidak ringan.


KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Pebisnis sukses dan terhormat

Ayah Khadijah merupakan saudagar sukses dari suku Quraisy yang bermukim di Mekah. Dalam masyarakat yang didominasi kaum pria, Khadijah mewarisi keterampilan, integritas, dan keluhuran ayahnya. Ia mengambil alih bisnis tersebut dan berdagang, mulai dari mebel, tembikar dan sutra -- melalui pusat-pusat perdagangan utama pada saat itu, dari Mekah ke Syria dan Yaman.

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Berjiwa mandiri

Dia menikah dua kali sebelum akhirnya menikahi Nabi Muhammad. Kedua pernikahan itu dikaruniai anak-anak. Ketika kembali menjanda, ia sangat hati-hati dalam mencari pasangan. Sebagai perempuan sukses dan hebat, tak sedikit pria ingin meminangnya. Tak ingin lagi menderita ditinggal suami, ia memfokuskan diri sebagai orangtua tunggal, hingga akhirnya meminta Nabi menikahinya. Ia jatuh cinta...

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Umur bukan halangan

Cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Khadijah mempelajari sifat dan pengalaman Nabi Muhammad yang mengelola kafilah pada rute perdagangan ketika menyertai pamannya, Abu Thalib. Usianya menginjak 40 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad yang kala itu berusia 25 tahun.

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Istri ideal, lambang kisah cinta sejati

Pernikahan Khadijah & Muhammad merupakan pernikahan monogami hingga akhir hayatnya 25 tahun kemudian. Kenabian Muhammad mulai sejak pernikahannya dengan Khadijah, ketika menerima wahyu melalui Malaikat Jibril yang membuatnya takut, tegang & merasa sendiri kala tak seorangpun percaya padanya. Khadijah menghibur dan mendukung suaminya di masa paling sulit dalam hidupnya.

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Pemeluk Islam pertama

Khadijah, ibu pertama kaum Mukmin, adalah orang pertama di bumi yang menerima Muhammad sebagai nabi terakhir Allah dan menerima wahyu yang memuncak menjadi Al-Qur'an. Dia disambut dengan "Salam kedamaian” oleh Allah sendiri serta Malaikat Jibril. Dia mewariskan harta duniawi dan menempatkan dirinya untuk menghadapi ancaman bahaya dalam mendukung Nabi Muhammad menegakkan Islam di negeri itu.

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Ia mendermakan kekayaan duniawinya bagi kaum miskin

Khadijah memberikan penghasilannya kepada orang miskin dan anak yatim, untuk para janda dan orang sakit. Dia membantu gadis-gadis miskin untuk menikah dan memberikan mas kawin bagi mereka. Khadijah menjadi salah satu wanita paling luar biasa dalam sejarah. Perempuan saleh, sederhana dan berani mencapai cita-citanya. (foto: Mauseleum Khadijah di Mekkah, wikipediacommon)
. Kedua pernikahan itu dikaruniai anak-anak. Ketika kembali menjanda, ia sangat hati-hati dalam mencari pasangan. Sebagai perempuan sukses dan hebat, tak sedikit pria ingin meminangnya. Tak ingin lagi menderita ditinggal suami, ia memfokuskan diri sebagai orangtua tunggal, hingga akhirnya meminta Nabi menikahinya. Ia jatuh cinta...

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Umur bukan halangan

Cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Khadijah mempelajari sifat dan pengalaman Nabi Muhammad yang mengelola kafilah pada rute perdagangan ketika menyertai pamannya, Abu Thalib. Usianya menginjak 40 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad yang kala itu berusia 25 tahun.

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Istri ideal, lambang kisah cinta sejati

Pernikahan Khadijah & Muhammad merupakan pernikahan monogami hingga akhir hayatnya 25 tahun kemudian. Kenabian Muhammad mulai sejak pernikahannya dengan Khadijah, ketika menerima wahyu melalui Malaikat Jibril yang membuatnya takut, tegang & merasa sendiri kala tak seorangpun percaya padanya. Khadijah menghibur dan mendukung suaminya di masa paling sulit dalam hidupnya.

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Pemeluk Islam pertama

Khadijah, ibu pertama kaum Mukmin, adalah orang pertama di bumi yang menerima Muhammad sebagai nabi terakhir Allah dan menerima wahyu yang memuncak menjadi Al-Qur'an. Dia disambut dengan "Salam kedamaian” oleh Allah sendiri serta Malaikat Jibril. Dia mewariskan harta duniawi dan menempatkan dirinya untuk menghadapi ancaman bahaya dalam mendukung Nabi Muhammad menegakkan Islam di negeri itu.

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Ia mendermakan kekayaan duniawinya bagi kaum miskin

Khadijah memberikan penghasilannya kepada orang miskin dan anak yatim, untuk para janda dan orang sakit. Dia membantu gadis-gadis miskin untuk menikah dan memberikan mas kawin bagi mereka. Khadijah menjadi salah satu wanita paling luar biasa dalam sejarah. Perempuan saleh, sederhana dan berani mencapai cita-citanya. (foto: Mauseleum Khadijah di Mekkah, wikipediacommon)

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Pebisnis sukses dan terhormat

Ayah Khadijah merupakan saudagar sukses dari suku Quraisy yang bermukim di Mekah. Dalam masyarakat yang didominasi kaum pria, Khadijah mewarisi keterampilan, integritas, dan keluhuran ayahnya. Ia mengambil alih bisnis tersebut dan berdagang, mulai dari mebel, tembikar dan sutra -- melalui pusat-pusat perdagangan utama pada saat itu, dari Mekah ke Syria dan Yaman.

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Berjiwa mandiri

Dia menikah dua kali sebelum akhirnya menikahi Nabi Muhammad. Kedua pernikahan itu dikaruniai anak-anak. Ketika kembali menjanda, ia sangat hati-hati dalam mencari pasangan. Sebagai perempuan sukses dan hebat, tak sedikit pria ingin meminangnya. Tak ingin lagi menderita ditinggal suami, ia memfokuskan diri sebagai orangtua tunggal, hingga akhirnya meminta Nabi menikahinya. Ia jatuh cinta...

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Umur bukan halangan

Cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Khadijah mempelajari sifat dan pengalaman Nabi Muhammad yang mengelola kafilah pada rute perdagangan ketika menyertai pamannya, Abu Thalib. Usianya menginjak 40 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad yang kala itu berusia 25 tahun.

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Istri ideal, lambang kisah cinta sejati

Pernikahan Khadijah & Muhammad merupakan pernikahan monogami hingga akhir hayatnya 25 tahun kemudian. Kenabian Muhammad mulai sejak pernikahannya dengan Khadijah, ketika menerima wahyu melalui Malaikat Jibril yang membuatnya takut, tegang & merasa sendiri kala tak seorangpun percaya padanya. Khadijah menghibur dan mendukung suaminya di masa paling sulit dalam hidupnya.

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Pemeluk Islam pertama

Khadijah, ibu pertama kaum Mukmin, adalah orang pertama di bumi yang menerima Muhammad sebagai nabi terakhir Allah dan menerima wahyu yang memuncak menjadi Al-Qur'an. Dia disambut dengan "Salam kedamaian” oleh Allah sendiri serta Malaikat Jibril. Dia mewariskan harta duniawi dan menempatkan dirinya untuk menghadapi ancaman bahaya dalam mendukung Nabi Muhammad menegakkan Islam di negeri itu.

KHADIJAH, FEMINIS ISLAM PERTAMA

Ia mendermakan kekayaan duniawinya bagi kaum miskin

Khadijah memberikan penghasilannya kepada orang miskin dan anak yatim, untuk para janda dan orang sakit. Dia membantu gadis-gadis miskin untuk menikah dan memberikan mas kawin bagi mereka. Khadijah menjadi salah satu wanita paling luar biasa dalam sejarah. Perempuan saleh, sederhana dan berani mencapai cita-citanya. (foto: Mauseleum Khadijah di Mekkah, wikipediacommon)
1 | 6

Merujuk pada pernikahan Nabi Muhamad secara utuh

Kata Pak Quraish, bila kita belajar dan merujuk pada pernikahan Nabi Muhamad secara utuh, beliau menikah monogami (satu istri) dengan Khadijah selama 25 tahun. Kehidupan poligami Nabi hanya 8 tahun. Jika demikian, mengapa bukan masa yang lebih banyak yang diteladani?
Bahkan dengan terang-terangan Nabi tidak mengizinkan puterinya, Fatimah, dimadu oleh suaminya, Ali bin Thalib. Ali pun taat dan hidup monogami sampai Fatimah wafat. Alasan Nabi melarang Ali mempoligami puterinya karena itu menyakiti hati puterinya, bila hati puterinya sakit maka beliau juga sakit.


MENGUAK RUMAH PEMIMPIN SEKTE POLIGAMI

Sang pemimpin sekte poligami

Masih ingat Warren Jeffs? Ia pemimpin sekte poligami di AS yang divonis penjara seumur hidup pada tahun 2011 dalam kasus kekerasan seksual pada anak-anak perempuan di bawah umur. Sekte yang dipimpinnya, Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (FLDS), menyempal dari aliran utama Gereja Mormon. Sekte itu memperbolehkan punya banyak istri.

MENGUAK RUMAH PEMIMPIN SEKTE POLIGAMI

Rumah poligami

Jeffs disebut-sebut punya 79 istri – termasuk beberapa anak di bawah umur. Istri-istrinya dikumpulkan dan tinggal di sebuah kompleks perumahan di kawasan Utah, AS. Tahun 2017, salah satu istrinya ingin menjadikan rumah pemimpin sekte poligami itu sebagai salah satu tempat wisata di Amerika Serikat.

MENGUAK RUMAH PEMIMPIN SEKTE POLIGAMI

Jadi lokasi wisata

Rencana pengalihfungsian kediaman Jeffs menjadi lokasi wisata, diprakarsai istri Jeffs ke-65, yakni Brielle Decker. Dulu, ia dipaksa menikah dengan Jeffs di usia 18 tahun. Kini Brielle Decker yang sudah berusia di atas 30 tahun, berencana membeli rumah yang bernilai 1,2 juta dolar AS tersebut dan mewujudkan rencananya.

MENGUAK RUMAH PEMIMPIN SEKTE POLIGAMI

Banyak kamar dan ruangan

Rumah di Hildale, Utah ini memiliki lebih dari 40 kamar, lengkap dengan ruang pertemuan, ruang ibadah, ruang makan dan dapur yang megah. Decker, sang istri ke 65 Jeffs kini sudah terbebas dari pernikahannya yang tak sah dan memulai hidup baru dengan pasangannya,

MENGUAK RUMAH PEMIMPIN SEKTE POLIGAMI

Melongok isi kamar tidur

Inilah pemandangan kamar tidur salah satu anggota keluarga Jeffs. Sekte poligami yang juga dikenal dengan nama FLDS ini ditengarai memiliki sekitar 10.000 pengikut. Para pengikut sekte poligami dikisahkan memisahkan diri dari Gereja Mormon lebih dari seabad lalu, setelah aliran Mormon meninggalkan poligami.

Poligami ilegal di AS
Poligami dilarang di Amerika Serikat. Namun aparat sempat kesulitan menangani sekte poligami FLDS ini karena khawatir berulangnya tragedi seperti saat pengepung markas sekte Cabang Davidian di Waco,Texas, tahun 1993. Saat itu, pecah insiden dan puluhan orang tewas.

Ini bagian luar dekat salah satu pintu masuk ke dalam kompleks gedung kediaman Jeffs dan keluarganya. Kini pengikut dan keluarganya telah meinggalkan kompleks sekte tersebut. Aset-aset sekte dijual pada anggota, mantan anggota ataupun anggota keluarga. (Ed: ap/as)Jadi pernyataan Dian Rose yang mengatakan bahwa poligami ngga semudah memuntahkan sperma pada lubang yang baru itu adalah benar adanya. Dan semestinya keluarga harus dirawat dan dibangun agar terwujud suasana mawaddah, penuh cinta dan kasih sayang tanpa ada kekerasan karena godaan lubang baru.
Nong Darol Mahmada (ap/rzn)
Tentang penulis:
Nong Darol Mahmada adalah aktivis perempuan yang tulisan-tulisannya sering dimuat di media nasional, editor beberapa buku dan pembicara di berbagai konferensi internasional. Ia juga merupakan Deputi Direktur Freedom Institute 
@nongandah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar