Senin, 15 Juli 2019

Mengapa Arab Saudi Tidak Mau Beri Perlindungan untuk Rizieq ?

Mengapa pemerintah Arab tidak mau memberikan perlindungan untuk Rizieq ?

Padahal diktaktor Uganda, Idi Amin, Ben Ali (Presiden Tunisia), ataupun Pervez Musharraf (PM Pakistan) pernah merasakan syurga suaka di negeri Nabi.
Tetapi jangankan memberikan suaka, mempekerjakan bahkan memberikan visa pengungsipun mereka ogah.
Kalau dibilang Rizieq tidak pernah meminta permohonan tinggal di Arab, sepertinya tidak mungkin. Masalahnya, mengapa lobby-lobby yang dilakukan kok gagal total ?
Pertama, pemerintah Arab menganggap Rizieq lah biang onar di Indonesia, hingga tidak pantas diberikan visa pengungsi.
Kedua, Rizieq dianggap sebagai unskilled alias manusia tanpa keterampilan hingga tidak ada satu pihakpun di Arab yang berminat mempekerjakannya.
Jauh lebih beruntung Overstay (OS) WNI di Jepang, mereka bergerilya kerja sana-sini, syukur-syukur bisa mengurus visa namin (pengungsi).
Biasanya mereka menghubungi saya sekedar meminta nasihat ataupun memesan tiket one way ke tanah air. Pastinya saya nasihati agar mereka cepat pulang jadi namin pun menunggu nasib kapan ditangkap imigrasi atau polisi.
Tetapi umumnya para namin ataupun OS bisa mengirim uang ke tanah air. Tiket pesawat juga bayar sendiri.
Bagimana kalau Rizieq pulang ke Indonesia ?
Pastinya Dia dan gerombolannya akan show up karaoke dengan gerobak dorongnya diback up para bohir yang memang ingin Indonesia ricuh.
Ekonomi tegangggu, industrialisasi kurang darah, pariwisata acak-acakan, ajaran Islam menjadi remahan rengginang…..
Dan negara-negara pesaing Indonesia hanya tertawa sambil berteriak,” Take beer !”
Sumber: FB Lutfi Bakhtiyar
(suaraislam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar