Senin, 22 Juli 2019

Jelaskan Soal Bambu Gak Nyambung PSI Kritik Anies Masih Gunakan Sentimen Ras Tertentu

Licengsui 081393621657 



Ketua DPP PSI, Tsamara Amany, mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat memberi penjelasan soal anggaran bambu Getah Getih. Dia heran karena Anies harus menyebut ‘Tiongkok’.
“Kenapa Pak Anies harus menyebut Tiongkok untuk menjelaskan soal anggaran Rp 550 juta anggaran yang digelontorkan? Menurut saya, apa yang dilakukan Pak Anies adalah narasi konsisten dalam upaya membangkitkan sentimen tertentu di mata publik,” kata Tsamara dalam keterangan tertulis, Minggu (21/7/2019).
“Dulu istilah yang digunakan pribumi, sekarang tiba-tiba bahas impor besi dari Tiongkok, apa kaitannya?” tambahnya.
Menurut Tsamara, Anies harusnya profesional dalam menjelaskan soal bambu senilai Rp 550 juta itu. Dia meminta Anies tidak membuat narasi ‘aneh-aneh’.
“Sebagai gubernur, Pak Anies profesional saja dalam menjelaskan. Kalau menurutnya itu hanya untuk Asian Games ya sudah cukup jelaskan tidak usah membangun narasi aneh-aneh yang justru bangun sentimen,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, bambu Getah Getih dibongkar usai berdiri di Bundaran HI selama 11 bulan. Kritik lalu datang dari anggota DPRD DKI. Anies kemudian menjawab kritik tersebut.
“Anggaran itu ke mana perginya, perginya ke petani bambu. Uang itu diterima oleh rakyat kecil. Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil. Tapi kalau ini, justru Rp 550 juta itu diterima siapa? Petani bambu, perajin bambu,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).
Anies menuturkan proyeksi awal instalasi bambu tersebut memang hanya enam bulan. Dia menyebut instalasi dibuat hanya untuk menyambut Asian Games.
“Proyeksinya 6 bulan, memang bambu ada masa hidupnya. Alhamdulillah sekarang bisa 11 bulan. Semua yang kita pasang kemarin dalam rangka Asian Games,” jelas Anies.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar