Sexuil.com, Makassar - Tim Kampanye Daerah Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Sulawesi Selatan mengungkapkan, dampak buruk dari ulah terduga kader PKS, ibu-ibu yang menyebarkan kampanye hitam berupa fitnah dan hoax bahwa Jokowi dan Kyai Ma'ruf Amin akan menghapus pelajaran Agama di sekolah-sekolah dan menghapuskan pesantren, ternyata membawa preseden buruk bagi elektabilitas pasangan capres-cawapres tersebut.

Si perempuan setengah baya yang mengenakan atribut seragam PKS tersebut menjelek-jelekkan Jokowi dan Kyai Ma'ruf Amin dengan fitnah.

“Hoaks itu ternyata memang sangat dirasakan di tingkat daerah. Mengubah persepsi publik terhadap Pak Jokowi. Tentu sangat negatif,” kata Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf Sulsel, Syamsul Bachri, di Makassar baru-baru ini.

Menurut Syamsul, informasi bohong yang disebar pelaku berpotensi meracuni dan menyesatkan pola pikir masyarakat, yang sebelumnya bersimpati terhadap Jokowi, tidak menutup kemungkinan langsung berbalik arah akibat tudingan dalam video. Perempuan paruh baya itu menyebar fitnah dan menyarankan warga memilih Prabowo dan Sandiaga saja.

TKD sendiri telah menyangkal tudingan, dan berupaya meyakinkan masyarakat agar tidak percaya dengan isu menyesatkan. Syamsul mengatakan, TKD di Sulsel sementara berkoordinasi menyiapkan upaya hukum terkait video kampanye hitam itu.

Sejauh ini, pihaknya belum mengajukan laporan resmi kepada aparat berwenang. Namun semestinya, menurut dia, Kepolisian dan Bawaslu bersikap pro aktif agar memperketat pengawasan terhadap informasi bohong di media sosial.

"Kawan-kawan TKD sudah minta juga agar TKN (Tim Kampanye Nasional) jangan diam. Dipolisikanlah mereka-mereka itu, dilacak dan diberi hukuman setimpal. Karena apa yang dilakukan itu, tentu menodai proses demokrasi yang sedang berjalan," ujar Syamsul.

Usai beredar di media sosial, Bawaslu langsung bergerak cepat meminta petugas internal mencari sumber dan pelaku kampanye hitam itu. Secara terpisah, Kepolisian Daerah Sulsel juga tengah mencari lokasi pengambilan gambar serta melacak identitas pelaku yang terekam di video. Meski diduga kuat di Sulsel, namun belum dapat diketahui lokasi pasti di dalam video itu.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mencocokkan identitas wajah pelaku. Sebab, bisa jadi wajahnya terekam dalam basis data e-KTP.

“Kita mau ibu ini datang memberikan informasi ke kita. Bisa jadi dia juga korban, karena ada yang menyuruh. Kita pasti akan telusuri secara terang benderang karena kita mau Pilres ini bisa berjalan damai dan aman,” kata Dicky.