Kamis, 06 Juni 2019

Youtube Akan Blokir Video-video Rasis dan Diskriminatif

5
Jakarta,  -- Youtube akan memblokir video yang mendukung rasisme dan diskriminasi. Platform berbagi video milik Google itu juga akan memblokir video yang menyangsikan peristiwa kekerasan yang telah memiliki rekam jejak terdokumentasi seperti Holocaust atau penembakan sekolah dasar Sandy Hook. 
Pengumuman ini dilakukan oleh Youtube sebagai bagian dari gerakan sensor konten yang mereka lakukan. Beberapa waktu lalu, Youtube terus berusaha memfilter konten yang berisi kebencian dan kekerasan, setelah berbagai seruan agar Youtube memberikan regulasi konten yang lebih ketat. 
"Youtube selalu memiliki aturan, termasuk kebijakan kangka panjang terhadap ujaran kebencian," jelas perusahaan itu dalam pernyataannya, seperti dikuti AFP. 


Pusat Hukum Kemiskinan Selatan, yang melacak konten supremasi kulit putih dan kelompok ekstremis lainnya, mengatakan larangan itu akan positif hanya jika YouTube mendorong pemberlakuannya. "Hari ini kami mengambil langkah baru dalam kebijakan ujaran kebencian dan khususnya melarang video yangmenyatakan suatu kelompok lebih unggul dari lainnya untuk membenarkan diskriminasi, pemisahan, atau pengecualian berdasarkan usia, jebis kelamin, ras, kasta, agama, orientasi seksual, atau status veteran." 

Langkah ini diambil Google setelah sejumlah pemimpin dunia membuat seruan di Paris bulan lalu. Seruan terkait mengingkatnya ekstimisme online itu berhubungan dengan pembantaian yang dilakukan di masjid di Selandia Baru. 
"Kami akan mulai mendorong pembaruan aturan ini; namun akan membutuhkan waktu hingga aturan ini berefek pada platform kami dan kami akan terus meluaskan cakupan dalam beberapa bulan ke depan," jelas Youtube. 
YouTube dan platform lain dinilai sebagai sarang bagi para ahli teori konspirasi yang menyangkal Holocaust atau serangan 11 September. Platform internet ini juga menjadi lokasi favorit para pendukung Nazi dan kelompok supremasi kulit putih. 



"Seperti platform lain sebelumnya, keputusan YouTube untuk menghapus konten yang penuh kebencian tergantung pada kemampuannya untuk memberlakukan dan menegakkan kebijakan dan prosedur yang akan mencegah konten ini menjadi alat pengorganisasian global untuk hak radikal," kata direktur intelijen kelompok itu Heidi Beirich.

"Perusahaan teknologi harus secara proaktif mengatasi masalah konten kebencian yang mudah ditemukan di platform mereka sebelum mengarah pada kekerasan yang lebih terinspirasi oleh kebencian."
 (AFP/eks
)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar