Minggu, 23 Juni 2019

Tim Jokowi Sebut Saksi Hairul Anas Bohong Ikut Pelatihan TKN

Tim Jokowi Sebut Saksi Hairul Anas Bohong Ikut Pelatihan TKN
Jakarta, Sexuil.com -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Lukman Edy menyatakan, saksi yang dihadirkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hairul Anas dalam sidang sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) tak pernah mengikuti pelatihan dari TKN. 

Dalam kesaksiannya, Hairul menyampaikan pernah mengikuti pelatihan saksi atau Training of Trainer dari TKN di Hotel El Royale Jakarta pada Februari lalu. Hairul saat itu mengklaim merupakan wakil dari calon anggota legislatif (caleg) Partai Bulan Bintang (PBB).

"Hairul Anas tidak pernah mengikuti pelatihan saksi. Dia telah melakukan sumpah palsu dan menyebar kebohongan publik," ujar Ketua Panitia Pelatihan Saksi TKN Lukman Edy melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (20/6). 


Lukman menyebut tudingan kecurangan yang dikatakan Hairul adalah halusinasi kebohongan belaka. Bahkan, menurut politikus PKB ini, Moeldoko tak pernah mengisi acara pelatihan tersebut.



"Pak Moeldoko hanya mengisi acara pada saat penutupan, dan beliau yang menutup. Sedang pembukaan dibuka oleh Erick Thohir," katanya.

Hairul sebelumnya mengutip pernyataan yang diklaim berasal dari Moeldoko tentang 'kecurangan adalah bagian dari demokrasi'.

Lukman mengatakan, materi tentang kecurangan adalah bagian dari demokrasi itu disampaikan oleh instruktur dari panitia dan direktorat saksi.

"Konteksnya pun soal inventarisasi potensi-potensi kecurangan dalam demokrasi. Jadi kami menginventarisasi kemungkinan kecurangan yang akan dilakukan pihak lawan, sehingga bisa diantisipasi oleh saksi 01," terangnya.

Mantan Ketua MK Mahfud MD juga ikut merespons kesaksian Hairul Anas Suaidi, yang merupakan keponakannya tersebut. Menurut Mahfud keterangan Hairul mentah dan tak terkait kecurangan.

"Tapi soal kesaksiannya sih mentah menurut saya," kata Mahfud di Kantor Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Jakarta, Kamis (20/6).

Di sisi lain, Moeldoko menepis tudingan Hairul soal kecurangan bagian demokrasi.

"Saya (waktu itu) mengatakan kepada (calon) saksi, hey hati-hati dalam sebuah demokrasi yang mengutamakan kebebasan maka kecurangan itu bisa saja terjadi, jadi kamu para saksi harus hati-hati," kata Moeldoko di Bandara Husein, Kota Bandung, Kamis (20/6).

Namun demikian, Moeldoko tak menampik bahwa dirinya pernah menjadi pembicara untuk para saksi dalam persiapan menghadapi Pemilu. Menurutnya inti dari pembekalan tersebut adalah imbauan agar para saksi hati-hati dalam mengawal proses Pemilu yang bisa saja terjadi kecurangan.

(Sexuil.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar