Kamis, 13 Juni 2019

Setelah Sofyan Jacob, IPW Desak Polri Tangkap Tujuh Jenderal Purnawirawan

Setelah Sofyan Jacob, IPW Desak Polri Tangkap Tujuh Jenderal Purnawirawan Polisi Ini


MANTAN Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) Sofyan Jacob ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar oleh Polda Metro Jaya.
Ia dijadwalkan diperiksa penyidik sebagai tersangka, Senin (17/6/2019) pekan depan.

Saat Sofyan Jacob menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya pada 2001 silam, jajarannya berhasil menangkap Tommy Soeharto, putra Presiden ke-2 RI Soeharto, yang kala itu buron.
Tommy Soeharto menjadi buronan kepolisian karena kasus pembunuhan hakim agung Syaifuddin Kartasasmita.
Perwira yang menangkap Tommy Soeharto saat itu adalah Tito Karnavian, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).
Meski berhasil menangkap Tommy Soeharto di masa Sofyan Jacob menjabat Kapolda Metro Jaya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai itu bukan prestasi istimewa Sofyan Jacob.
Tapi, katanya, lebih ke prestasi dan kinerja anak buahnya, yakni Tito Karnavian.
Karenanya, kata Neta S Pane, masa jabatan Sofyan Jacob menjadi Kapolda Metro Jaya saat itu sangat singkat, yakni hanya delapan bulan saja.
"Jadi sosok Sofyan biasa saja seperti kebanyakan polisi lainnya. Relatif tidak ada prestasi yang menonjol," kata Neta S Pane kepada Wartakotalive, Rabu (12/6/2019).
Bahkan, kata Neta S Pane, setelah pensiun dari kepolisian, Sofyan Jacob beberapa kali melakukan hal kontroversi.
"Yang menonjol kasus yang pernah menerpanya adalah saat mengancam dan melepaskan tembakan ke udara saat ribut dengan satpam di perumahannya di Pantai Indah Kapuk, pada 2011," beber Neta S Pane.
Sebelumnya, Neta S Pane menilai bahwa Sofyan Jacob yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar, cukup rentan lolos dari jeratan hukum yang dilakukan polisi.
Sebab, sosok Sofyan Jacob merupakan polisi senior yang sangat paham lika-liku proses penyidikan yang dilakukan kepolisian.
Karena itulah, Neta S Pane mendesak Polri menahan Sofyan Jacob agar ia tidak mempersulit proses penyidikan, dengan tidak menghilangkan barang bukti.
"Jadi Polri harus menahan Sofyan Jacob agar mantan Kapolda Metro Jaya itu tidak mempersulit proses penyidikan dan tidak menghilangkan barang bukti," sarannya.
"Mengingat, Sofyan adalah polisi senior yang sangat paham lika-liku proses penyidikan yang dilakukan kepolisian," papar Neta S Pane.
Menurut Neta S Pane, setelah Polri menahan Mayjen (Purn) Soenarko dan Kivlan Zen dengan tuduhan makar, Polri juga harus segera menahan Sofyan Jacob.
Sehingga, kata Neta S Pane, Polri tidak dituduh tebang pilih dalam menuntaskan kasus dugaan makar.
"IPW memberi apresiasi pada Polri yang sudah menjadikan Komjen (Purn) Sofyan Jacob sebagai tersangka dalam dugaan kasus makar," ucapnya.
"Penetapan Sofyan sebagai tersangka menunjukkan bahwa Polri sangat serius untuk menuntaskan kasus makar," imbuh Neta S Pane.
Selain Sofyan Jacob, IPW juga mendesak Polri segera memeriksa tujuh jenderal purnawirawan Polri lainnya, yang ikut rapat dengan Sofyan Jacob serta diduga berencana makar.
Mereka, kata Neta S Pane adalah Irjen A, Irjen HP, Brigjen SH, Brigjen DS, Brigjen Z, Brigjen ES, dan Brigjen Har.
"Semuanya purnawirawan Polri. Jika ketujuh jenderal senior itu ikut terlibat dalam upaya makar, mereka juga harus dijadikan tersangka dan segera ditahan," beber Neta S Pane.
"Dalam menuntaskan kasus makar, Polri harus lebih dulu membersihkan internalnya," ucapnya.
"Agar upaya penegakan hukum yang sedang dilakukan kepolisian tidak digerogoti atau direcoki dari dalam, terutama dari para purnawirawan yang masih punya akses ke internal penyidik Polri," paparnya.
Artinya, kata Neta S Pane, setelah menjadikan Sofyan Jacob sebagai tersangka, Polri perlu memeriksa tujuh jenderal purnawirawan lainnya yang 'ikut' bersama Sofyan Jacob.
"Setelah itu Polri perlu menelusuri apakah ada jenderal aktif atau perwira aktif di tubuh Polri yang ikut mendukung gerakan yang dilakukan Sofyan Jacob," paparnya.
Jika ada, lanjut Neta S Pane, maka pembersihan harus segera dilakukan, agar keterlibatan mereka tidak menjadi duri dalam daging bagi Polri, dalam melakukan upaya penegakan hukum terhadap para tersangka makar maupun kerusuhan 22 Mei.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan, tidak menutup kemungkinan tersangka kasus dugaan makar Sofyan Jacob ditahan.
Namun, semuanya, kata Argo Yuwono, tergantung dari hasil pemeriksaan penyidik kepada Sofyan Jacobsebagai tersangka.
"Jadi Kita tunggu saja ya seperti apa. Sebab diperiksa saja sebagai tersangka, belum," kata Argo Yuwono di Mapolda Metro, Senin (10/6/2019). (

Tidak ada komentar:

Posting Komentar