Kamis, 13 Juni 2019

Polisi Sita Handphone, Buku Tabungan, dan Rekening Koran Milik Habil Marati

Sexuil.com - JAKARTA - Kepolisian telah menyita handphone, buku tabungan, hingga rekening koran dari politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habil Marati.

Diketahui, Habil Marati merupakan orang yang memberikan uang kepada mantan Staf Kostrad Mayjend TNI (Purn) Kivlan Zen untuk membeli senjata api.
Senjata api itu diketahui akan digunakan untuk mengeksekusi empat tokoh nasional dan seorang direktur lembaga survei."
Dari beliau, kita amankan satu unit handphone dan juga buku tabungan dan rekening koran yang sedang kita dalami," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).
Ia menyebut pihaknya sedang memeriksa dan mendalami keterangan dari Habil Marati.
Selain itu, polisi juga mendalami kemungkinan pihak-pihak lain yang terlibat dalam pendanaan pengadaan senjata api ilegal tersebut.
"(Orang-orang yang terlibat dalam pendanaan) itu sedang didalami. Sekali lagi, apa yang sudah disampaikan adalah indikasi penyedia dana. Untuk itu, saat ini masih dilakukan pemeriksaan," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi mengungkap adanya pemberian uang sebesar 15 ribu Dolar Singapura dari HM kepada KZ untuk diberikan kepada tersangka lain.
HM juga diduga oleh pihak kepolisian memberikan dana langsung sebesar Rp 60 juta kepada tersangka HK untuk menjalankan rencana kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019 di depan Kantor Bawaslu RI.
"HM ditangkap di kediamannya di Pondok Indah pada 29 Mei 2019 lalu, dari pemeriksaan HM diduga memberikan dana kepada KZ untuk keperluan pembelian senjata api, HM juga serahkan uang Rp 60 juta langsung kepada HK, Rp 10 juta untuk operasional dan Rp 50 juta untuk menjalankan rencana kerusuhan pada 22 Mei 2019 lalu," ungkapnya.
Ade Ary menegaskan hingga kini kepolisian masih terus mendalami peran dari HM yang diduga sebagai penyandang dana kerusuhan 21-22 Mei 2019.
"Kami sudah amankan barang bukti berupa telepon genggam dan ‘printout’ buku rekening," ucap Ade Ary.
Sosok Habil Marati
 Berikut sosok Habil Marati yang jadi tersangka dalam kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan pimpinan lembaga survei.
Diketahui, polisi kembali menetapkan satu tersangka baru setelah menetapkan enam tersangka dalam kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019.
Adapun inisial tersangka tersebut yakni HM yaitu Habil Marati.
HM ditangkap pada Rabu (29/5/2019).
"Tersangka selanjutnya adalah HM, seorang laki-laki beralamat di Jalan Metro Kencana Kelurahan Pondok Pinang."
"Ditangkap di rumahnya," kata Wadir Krimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Polisi membeberkan peran HM yang merupakan pemberi dana kepada tersangka KZ alias Kivlan Zen.
"Jadi uang yang diterima tersangka KZ berasal dari HM."
"Tujuannya untuk pembelian senjata api, juga memberikan uang Rp 60 juta langsung kepada HK (alias Iwan) untuk biaya operasional dan pembelian senjata api," lanjut Ade.
Polisi juga merinci uang Rp 60 juta tersebut yakni Rp 10 juta untuk operasional dan Rp 50 juta untuk melaksanakan unjuk rasa.
"HM juga memberikan dana operasional sebesar 15 ribu dolar Singapura (Rp 150 juta) kepada KZ."
"Kemudian KZ mencari eksekutor yaitu HK dan Udin, dan diberikan target 4 tokoh nasional," imbuh Ade.
Polisi juga menyita beberapa barang bukti dari tersangka HM.
Di antaranya ponsel genggam untuk melakukan komunikasi dan print out transaski bank.
Lantas, siapakah sosok HM yang merupakan pendana rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan pimpinan lembaga survei?
Berikut profil dan sosok Habil Marati sebagaimana dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber:
Habil Marati lahir di Raha, Sulawesi Tenggara pada 7 November 1962.
Lulusan Sarjana Syariah IAIN Sumut tahun 1982 juga pernah melanjutkan pendidikan di Magister Manajemen Universitas Sumut 2003.
Selain itu, Habil Marati pernah menempati posisi jabatan direktur di sejumlah perusahaan.
Satu di antaranya, ia pernah menjadi direktur dan pemegang saham PT Batavindo Kridanusa.
Habil Marati juga merupakan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ia juga sempat jadi anggota Komisi XI DPR dari fraksi PPP.
Dalam Pileg 2019, Habil Marati kembali mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI dari PPP daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara.
Selama di PPP, Habil Marati dikenal sebagai politisi yang mendukung Prabowo.
Dikutip  pada Pilpres 2009, Habil Marati mendeklarasikan Front Persatuan Pendukung Prabowo (FPPP) di Jakarta, Jumat (5/6/2009).
Bersama dengan kader PPP lain, seperti Sofyan Usman, Usamah al Hadar, dan Emilia Contessa, Habil siap memenangkan pasangan Megawati-Prabowo Pilpres 2009.
Padahal, dalam Pilpres 2009, PPP yang telah terikat dalam koalisi pendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
Masih dalam Pilkada DKI 2017, Habil dan sejumlah kader PPP membentuk Majelis Penyelamat Partai Persatuan Pembangunan (MP-PPP) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (11/5/2017).
Majelis tersebut terbentuk dari dua kubu yang tengah berseteru di PPP yakni PPP kubu Djan Faridz dan PPP Romahurmuziy.
MP-PPP diinisiasi oleh Anwar Sanusi, Sukri Fadholi, Habil Marati, Usamah Hisyam, dan anggota DPRD DKI Abraham Lunggana alias Haji Lulung.
Eks Manajer Timnas
Selain itu, Habil Marati dipercaya PSSI sebagai manajer Timnas Indonesia sejak Agustus 2012 hingga 5 Desember 2012.
Dikutip dari Tribun Medan, Habil menggantikan posisi Ramadhan Pohan yang mengundurkan diri dengan alasan kesibukan sebagai Wakil Komisi I DPR RI.
Namun, jabatan sebagai manajer Timnas Indonesia tak lama ia pegang, hanya empat bulan.
Sebab, pada 5 Desember 2012, PSSI memberhentikan Habil Marati dari posisi sebagai manajer Timnas Indonesia.
"Mulai hari ini saya resmi tidak menjabat sebagai manajer timnas."
"Hal ini tidak masalah bagi saya, bahkan kalau dipertahankan pun saya memilih mundur," tutur Habil Marati.
Habil Marati tidak mampu membawa Timnas Indonesia berpestasi di Piala AFF 2012.
Langkah skuat Garuda harus terhenti di babak penyisihan Grup B.
Setelah hanya mampu meraih poin 4 hasil dari menahan imbang Laos 2-2, menang atas Singapura 1-0, dan kalah dari Malaysia 0-2.
Kini, Habil Marati ditetapkan sebagai tersangka kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan pimpinan lembaga survei.
Sementara itu, melansir dari pemberitaan hasil investigasi Majalah Tempo edisi (9/6/2019) Habil Marati, politisi PPP diduga memberikan dana bagi calon eksekutor untuk membunuh empat pejabat negara.
Sebelumnya, enam pelaku eksekutor telah berhasil diamankan dan dimintai keterangan.
Barang bukti sebanyak empat senjata api rakitan dan ilegal juga berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Dari hasil pengembangan, senpi tersebut juga akan digunakan membunuh 4 tokoh nasional dan seorang pemimpin lembaga survei.
Setelah adanya pemeriksaan, ternyata dibalik para tersangka tersebut ada sosok yang memasok dananya yaitu Habil Marati.
Mengutip dari siaran Kompas TV yang mengutip investigasi Majalah Tempo, Gridhot.ID merangkum beberapa fakta mengenai Habil Marati.
Inilah lima fakta dan peran satu tersangka kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan pimpinan lembaga survei, Habil Marati:
1. Beri Dana untuk Para Eksekutor
Habil diduga telah mengeluarkan dana untuk para eksekutor yang berhasil diamankan polisi untuk membunuh sejumpah pejabat negara dan melakukan tindakan makar.
2. Ikut Bertarung pada Pemilu 2019
Habil Marati merupakan politikus PPP yang mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif daerah pemilihan Sulawesi Tenggara pada Pemilu 2019 lalu.
3. Muncul Bersama Nama Besar Terduga Kasus Makar Lainnya
Habil Marati menjadi terduga kasus makar yang berkaitan dengan aksi kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019.
Ia bersama Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein, Mantan Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko, mantan anak buah Prabowo di Kopasus Noor Farid, dan mantan prajurit TNI Iwan Kurniawan.
4. Dana Pemberian Puluhan Juta Rupiah
Besaran dana yang dikucurkan Habil Marati untuk menyokong para eksekutor sebesar Rp 60 juta untuk membunuh para pejabat.
5. Sebelumnya Pernah Diperiksa Polisi
Habil Marati sebelumnya pernah diperiksa pihak kepolisian pada tanggal 30 Mei 2019 di Polda Metro Jaya selama lima jam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar