Jumat, 28 Juni 2019

Peserta Aksi di MK Diduga Keracunan, Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Ambulans Dinkes DKI siaga di sekitar lokasi aksi kawal MK. (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Koordinator aksi Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR) Abdullah Hehamahua kepada detikcom menuturkan seorang peserta aksi diduga keracunanmakanan saat melakukan aksi di depan Mahkamah Konstitusi (MK) siang tadi.

Peserta yang mengaku bernama Heni menyebut sakit perut usai memakan makanan yang dibawa sendiri.

"Makan makanan dia sendiri yang dibawa pakai mobil," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Kamis (27/6/2019).

Mengalami sakit perut setelah konsumsi makanan tertentu bisa menjadi tanda keracunan makakan. Gejala yang menyertainya yakni mual, muntah, mulas, dan diare.


Saat hal itu terjadi, spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik dan diabetes dari Eka Hospital, dr. Indra Wijaya, SpPD-KEMD, M.Kes, FINASIM mengimbau untuk segera minum air putih atau susu.

"Susu apa saja, karena susu kan sifatnya basa," ujarnya kepada detikHealth saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019).

Jika gejala masih berlanjut maka harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan seperti diberikan cairan infus untuk mendetoksifikasi racun di dalam tubuh.

"Umumnya yang harus dilakukan dokter adalah cepat memberikan infus untuk menetralisir racun yang masuk ke dalam darah. Untuk membersihkannya dokter memberikan infus dengan tujuan pasiennya akan sering kencing nantinya. Untuk detoksifikasi yang dibuang dari kencing," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar