Kamis, 13 Juni 2019

Penjarah Mobil Brimob 22 Mei Berakhir Ditangkap Polisi

Penjarah Mobil Brimob 22 Mei Berakhir Ditangkap Polisi
Jakarta - Penjarah mobil brimob pada aksi 22 Mei 2019 lalu berakhir ditangkap. Polisi menangkap Supriatna Jaelani alias Vianz Jinkz pada Selasa (11/6) lalu di rumahnya di kawasan Kabupaten Bekasi.

Vianz membobol mobil brimob yang ikut dirusak pada kerusuhan 22 Mei 2019 di Slipi, Jakarta Barat. Dalam aksinya itu, Vianz mencuri tas berisikan senjata api (senpi) dan uang tunai yang diletakkan di dalam mobil.

"Vianz merupakan pelaku yang memecahkan kaca mobil Brimob dan mencuri tas yang berisikan senpi Glock 17 dan tas merek Tumi yang dicuri dari mobil Brimob di Slipi, Jakarta Barat, saat kerusuhan tanggal 22 Mei 2019," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (12/6).

Peristiwa tersebut terjadi di tengah-tengah aksi 22 Mei lalu di Slipi, Jakarta Barat. Sekelompok massa saat itu merusak dan membakar kendaraan polisi di dekat flyover Slipi, Jakarta Barat.. Insiden perusakan mobil Brimob dan pencurian itu pun terekam kamera CCTV sehingga pelaku bisa diungkap.



Berdasarkan penelusuran, polisi kemudian menangkap Vianz di Perumahan Cahaya Darusalam Blok B2 Nomor 50, Kabupaten Bekasi, pada 11 Juni sekitar pukul 04.00 WIB. Di situ polisi menemukan senpi Brimob yang dicuri Vianz.

"Melalui analisis CCTV yang diperoleh tim dari temuan di lapangan, didapatkan informasi bahwa pelaku Supriatna alias Vianz Jinkz," kata Argo.

Saat diperiksa, Vianz mengakui perbuatannya. Vianz mengaku telah mengambil tas yang berisi uang Rp 50 juta, STNK motor, kartu ATM, kartu anggota, dan senjata api dari mobil yang ikut dirusaknya itu.

"Untuk barang bukti tas, kartu ATM, dan kartu anggota dibakar untuk menghilangkan barang bukti," kata Argo.


Sementara, uang sebesar Rp 50 juta yang turut diambil Vianz telah dihabiskan. Vianz mengaku menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadinya, seperti membeli burung.

"Uang yang dicuri dipakai pelaku untuk membeli burung, bayar utang, dan beli emas," kata Argo.

Kini, Vianz harus mendekam di tahanan. Atas perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang Undang-Undang Darurat serta Pasal 363 dan 170 KUHP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar