Senin, 24 Juni 2019

Pengamat Politik: Posisi Anies Baswedan Terancam Pendukungnya Sendiri

Gaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memantau penyegelan bangunan di Pulau Reklamasi, Teluk Jakarta, Kamis (7/6). Anies tampak mengenakan baju batik lengan panjang dan celana hitam. (Liputan6.com/HO/Deka Wira Saputra)

Sexuil.com, Jakarta - Pengamat Politik Ray Rangkuti, menilai posisi Gubernur DKI Anies Baswedan terancam oleh pendukungnya sendiri. Penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) di pulau reklamasi dinilai telah menggerus basis loyalisnya semasa Pilkada DKI 2017.
"Anies melukai kaum pendukung gerakan itu, antireklamasi. Banyak dari mereka yang terkejut, artinya basisnya akan berkurang lagi," kata Ray dalam sebuah diskusi bertajuk 'Polemik Reklamasi' di Formappi, Jakarta, Minggu (23/6/2019).
Saat Anies berkampanye menolak reklamasi, Ray menilai, kaum antireklamasi berharap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tak hanya menunda pengerjaan proyek pulau buatan.
Lebih dari itu, mereka berharap Anies membongkar pulau reklamasi dan mengembalikannya menjadi lautan.
"Itu menurut saya, Anies berjanji terlalu ideal, jadi publik menangkapnya di atas ekpektasi," kata Ray mengkritik.
Ekpektasi terhadap Anies yang ditangkap secara paripurna oleh pemilihnya di Pilkada 2017, menurut Ray, akan menjadi simalakama.
Sebab, satu persatu terobosan visioner yang dikemukakan juga tergerus satu demi satu. Seperti perbaikan jalan dan problematika mayor di DKI lainnya.
"Anies terlambat membangun komunikasi, tindak tanduknya akan dicermati orang. Ekpektasinya Anies mungkin 7, padahal yang dibayangkan publik itu 10," kata Ray.

ekerja Sendiri
Anies Baswedan Bersihkan Residu Gas Air Mata
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyemprot membersihkan sisa residu gas air mata dari badan jalan MH Thamrin dekat Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (23/5/2019). Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang dilakukan massa pada Rabu (22/5) berakhir ricuh. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Dengan sorotan tajam kepada Anies saat ini, Ray menduga, publik yang kontra akan terus menunggu kapan mantan Rektor Universitas Paramadina itu kembali salah langkah.
Di sisi lain, dirinya tampak berjuang sendiri lantaran mayoritas anggota DPRD DKI, menurut Ray, bukan kelompok yang pro-kebijakan gubernur, kecuali demi tujuan tertentu.
"Dereta himpitan Anies ini berpusat pada dirinya sendiri, misal cara komunikasi lewat janji. Jadi dengan sendirinya meminggirkan Anies dari kelompok-kelompoknya," Ray memungkasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar