Jumat, 28 Juni 2019

Pendukung Prabowo di Kertanegara Bersikap Anarkis ke Wartawan


Jakarta, Sexuil.com -- Sejumlah Relawan Prabowo-Sandi yang masih bertahan di Kediaman Prabowo yang berlokasi di Kertanegara IV mulai bertindak anarkis.

Mereka bahkan tak segan menyebut media sebagai 'corong cebong' dan tak berhak meliput apalagi bertanya pada Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto.

Mulanya, Cawapres 02 Sandiaga Uno keluar dari kediaman Prabowo dengan mengendarai mobilnya, dia yang memang selalu menyapa awak media dan relawan menurunkan kaca jendela mobilnya untuk sekadar tersenyum, melambaikan tangan, atau bersalaman dengan relawan. mengetahui mobil Sandi keluar, awak media yang telah menunggu di depan 



Namun saat itu relawan kemudian seolah menghalangi media yang hendak meliput, meminta pernyataan dan sekadar mengambil gambar Sandi. Para relawan itu mendorong dan menjegal awak media hingga mobil Sandi pun meninggalakan Kertanegara.

Penjegalan dan sikap anarkis pun tak selesai di situ, tak lama Bambang juga keluar dari kediaman Prabowo hanya saja dia tak langsung menaiki mobil. Seketika Bambang langsung dikerubuti oleh relawan yang berusaha menutupinya dari media yang hendak meminta keterangan soal pertemuan dengan Prabowo di dalam rumah.

Sepanjang jalan itu, setiap kali awak media mencoba meminta pernyataan pada Bambang, para relawan justru langsung meneriakan kata revolusi.

"Sudah kita revolusi," teriak para relawan.


"Revolusi. Kita siap revolusi," teriak para relawan lagi.

Saat Bambang sudah sampai di dalam mobil para relawan pun terus menghalang-halangi awak media.

Bahkan beberapa relawan tak segan mendorong wartawan perempuan yang berusah meminta penjelasan dari Bambang lewat kaca jendela mobil.

"Tutup jendelanya. Udah gak usah dikasih informasi ke media," kata salah satu relawan.

Usai Bambang pergi, para relawan juga berusah mengusir awak media. Mereka bahkan menyebut awak media adalah kaki tangan cebong dan hanya mencari uang dengan menjelek-jelekan kubu Prabowo.  Mereka juga melarang media untuk meliput lagi ke Kertanegara.


"Pulangin aja wartawan. Kalian ini cuma dukung Jokowi. Cuma cari uang saja, satu juta dua juta saja sana minta ke Jokowi, jangan datang lagi ke sini," kata salah satu relawan.

Tak hanya itu, mereka juga meminta para videografer dan fotografer menghapus semua foto dan video sikap anarki mereka saat berteriak-teriak ke arah wartawan.

Mereka beralasan jika video dan foto itu tersebar justru akan memecah belah bangsa.

"Jangan disebar nanti ini jadi masalah," kata mereka.

(tst/agr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar