Minggu, 23 Juni 2019

Moeldoko Bantah bicara "Kecurangan Bagian Demokrasi"

Moeldoko Luruskan soal Kecurangan Bagian Demokrasi
Sexuil.com -- Kepala Staf Kepresidenan  Moeldoko menegaskan tak pernah menyampaikan nilai-nilai yang merusak demokrasi. Moeldoko menepis kesaksian Hairul Annas, saksi yang dihadirkan Prabowo-Sandi pada sidang sengketa Pilpres 2019, Kamis (20/6) dini hari.

Hairul Anas diketahui menyebut Moeldoko mengatakan bahwa kecurangan merupakan bagian dari demokrasi. Pernyataan Moeldoko, kata Hairul disampaikan saat memberi pembekalan saksi TKN, 20-21 Februari 2019 di Hotel El Royale.

"Saya (waktu itu) mengatakan kepada (calon) saksi, hey hati-hati dalam sebuah demokrasi yang mengutamakan kebebasan maka kecurangan itu bisa saja terjadi, jadi kamu para saksi harus hati-hati," kata Moeldoko di Bandara Husein, Kota Bandung, Kamis (20/6) dikutip Antara.


Namun demikian, Moeldoko tak menampik bahwa dirinya pernah menjadi pembicara untuk para saksi dalam persiapan menghadapi Pemilu. Menurutnya inti dari pembekalan tersebut adalah imbauan agar para saksi hati-hati dalam mengawal proses Pemilu yang bisa saja terjadi kecurangan.



Dia juga menyampaikan bahwa tidak pernah mengajarkan kecurangan kepada saksi. Hal tersebut juga, kata dia, telah diakui oleh Hairul Anas sendiri dalam kesaksiannya.

"Dan itu diakui oleh Anas, dia mengakui bicara seperti ini 'tidak pernah diajarkan atau dilatih melakukan kecurangan', dia sendiri mengatakan seperti itu," kata sembari mencontohkan pernyataan Anas.

Kesaksian Hairul Anas memancing polemik dan mendapat respons dari sejumlah pihak. Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding menyebut tak mungkin Moeldoko mengatakan kecurangan adalah bagian dari demokrasi.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu justru menuding Hairul sebagai bagian dari kelompok sakit hati, yang coba mengambil keuntungan dengan berpihak kepada kubu Prabowo-Sandi



Saksi Prabowo: Moeldoko Sebut 'Kecurangan Bagian Demokrasi'

 Saksi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hairul Anas, menyebut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Moeldoko menilai kecurangan adalah bagian dari demokrasi. Hal itu disampaikan dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).

Hairul menyampaikan hal itu disampaikan saat pelatihan saksi TKN pada 20-21 Februari 2019 di Hotel El Royale, Jakarta. Ia mengaku sebagai perwakilan PBB dalam kesempatan itu. 

"Saya mendapat materi di mana dalam catatan saya ada slide. Pertama, ada slide yang mengatakan kecurangan adalah bagian dari demokrasi," kata Hairul dalam sidang yang berlangsung di Gedung MK, Jakarta, Kamis (20/6) dini hari. 


Hakim MK Sadli Isra bertanya untuk menggali pernyataan itu. Ia berkata, "Materi siapa itu?" 

"Materi ini di-upload dalam satu drive yang ditayangkan saat Pak Moeldoko," jawab Hairul. 

Lihat juga:Sidang Sengketa Pilpres Lanjut Hingga Dini Hari

Kemudian Hairul menjabarkan terkait pemaparan materi lainnya. Namun, ia lebih banyak mengungkapkan opini, sehingga majelis hakim beberapa kali menegur. 

Hakim MK I Dewa Gede Palguna menggali keterangan Haris. Ia meminta Hairul menjelaskan apakah TKN mengajarkan kecurangan kepada para relawan saksi. 

"Yang diterangkan bagaimana berbuat curang atau sesuatu yang wajar terjadi dalam demokrasi?" tanya Palguna. 

"Cenderung yang kedua, kecurangan itu adalah suatu kewajaran," jawab caleg PBB itu. 

Hairul adalah saksi fakta terakhir yang dihadirkan Prabowo-Sandi. Paslon 02 total menghadirkan empat belas saksi fakta dan dua saksi ahli.


(ain/ain)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar