Sabtu, 15 Juni 2019

Jerman Kantongi Rp104 Triliun Jual Frekuensi 5G


Dilansir dari AFP, Badan Jaringan Federal Jerman mengumumkan hasil lelang tiga bulan dan nilai yang dikantongi melebihi ekspektasi awal antara tiga hingga lima miliar Euro.

'Rejeki nomplok' ini diharapkan dapat menutup kesenjangan digital di negara yang jaringan nirkabelnya hanya menempati peringkat ke-46 di dunia untuk kecepatan unduhan.

Tiga penyedia jaringan seluler utama Jerman yakni Deutsche Telekom, Vodafone, dan Telefonica Germany (O2) yang khusus dalam layanan internet membeli 41 blok frekuensi yang ditawarkan.



Deutsche Telekom dikabarkan mengambil bagian terbesar. 5G adalah generasi terbaru dari komunikasi seluler seluler terbaru.

Generasi ini menjanjikan transfer data yang lebih cepat secara radikal, memungkinkan penggunaan luas kecerdasan buatan dan kemajuan teknologi tinggi lainnya seperti mobil self-driving dan telemedicine.


Berlin akan meminta penawar yang menang untuk menawarkan layanan kepada setidaknya 98 persen rumah tangga Jerman dan di sepanjang jalan raya dan jalur kereta api.

Amerika Serikat mendesak Berlin untuk melarang operator membangun jaringan perangkat keras dari perusahaan teknologi China, Huawei. Larangan ini dengan alasan bahwa peralatan itu dapat membantu Beijing memata-matai perusahaan dan pemerintah Barat.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar