Kamis, 30 Mei 2019

Menhan: Soenarko Tak Selundupkan Senjata, Senjatanya Sudah Ada

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu membantah mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko telah menyeludupkan senjata berjenis M16. Menurut dia, senjata M16 kepemilikan Soenarko memang telah ada sebelumnya.
"Bukan penyeludupan ya, senjata sudah ada itu," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).
Ryamizard menerangkan selama kedinasannya di TNI, Soenarko memang dikenal sebagai prajurit yang kerap berperang di medan pertempuran. Sehingga, senjata tersebut bisa saja didapat dari rampasan perang.
"Saya rasa bukan penyeludupan ya, senjata sudah ada dari dulu. Kan dia perang terus itu orang, tim-tim di Aceh, mungkin senjata rampasan di situ," jelas mantan KSAD itu.
Menhan
Ryamizard enggan menanggapi Soenarko yang diduga terlibat dalam kerusuhan aksi 22 Mei. Ia hanya meminta semua pihak untuk menunggu hasil resmi pengumuman KPU yang saat ini telah digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Saya sudah bilang sejak awal, kita tunggu saja hasil dari KPU hasilnya. Kalau tidak puas menyangka kecurangan, buktikan dimana kecurangannya. Kalau tidak ada ya sudah, kalah ada ya di proses. Tunggu kan. Begitu," lanjutnya.
"Apalagi di bulan puasa kita mencari berkah mencari sebanyak-banyak pahala. Jadi jangan sampai berbuat yang pahala kita malah hilang. Mudah-mudahan Ramadan ini beres semualah," tambah Ryamizard.
Ia pun berharap tak ada pihak-pihak yang kembali memprovokasi adanya kerusuhan saat nantinya persidangan di MK.

"Harapan kita semua. Tidak boleh terjadi, saya tidak suka terjadi kerusuhan. Mudah-mudahan enggaklah, cukup kemarin itu ya," tandasnya.: Soenarko Tak Selundupkan Senjata, Senjatanya Sudah Ada

Fakhrizal Fakhri , Okezone  Rabu 29 Mei 2019 17:16 WIB
Ryamizard Ryacudu (Foto: Okezone)

A A A
6
TOTAL SHARE
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu membantah mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko telah menyeludupkan senjata berjenis M16. Menurut dia, senjata M16 kepemilikan Soenarko memang telah ada sebelumnya.
"Bukan penyeludupan ya, senjata sudah ada itu," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).
Ryamizard menerangkan selama kedinasannya di TNI, Soenarko memang dikenal sebagai prajurit yang kerap berperang di medan pertempuran. Sehingga, senjata tersebut bisa saja didapat dari rampasan perang.
"Saya rasa bukan penyeludupan ya, senjata sudah ada dari dulu. Kan dia perang terus itu orang, tim-tim di Aceh, mungkin senjata rampasan di situ," jelas mantan KSAD itu.
Menhan
Ryamizard enggan menanggapi Soenarko yang diduga terlibat dalam kerusuhan aksi 22 Mei. Ia hanya meminta semua pihak untuk menunggu hasil resmi pengumuman KPU yang saat ini telah digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Saya sudah bilang sejak awal, kita tunggu saja hasil dari KPU hasilnya. Kalau tidak puas menyangka kecurangan, buktikan dimana kecurangannya. Kalau tidak ada ya sudah, kalah ada ya di proses. Tunggu kan. Begitu," lanjutnya.
"Apalagi di bulan puasa kita mencari berkah mencari sebanyak-banyak pahala. Jadi jangan sampai berbuat yang pahala kita malah hilang. Mudah-mudahan Ramadan ini beres semualah," tambah Ryamizard.
Ia pun berharap tak ada pihak-pihak yang kembali memprovokasi adanya kerusuhan saat nantinya persidangan di MK.
"Harapan kita semua. Tidak boleh terjadi, saya tidak suka terjadi kerusuhan. Mudah-mudahan enggaklah, cukup kemarin itu ya," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar