Menhan: Jangan Sampai Saya Turun Tangan, Nanti Tak Ada Lagi Negosiasi


Menhan: Jangan Sampai Saya Turun Tangan, Nanti Tak Ada Lagi Negosiasi
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu angkat bicara soal situasi keamanan negeri selepas pemilu. Ketidakpuasan akan hasil pemilu disebut Ryamizard dapat disalurkan pada mekanisme yang ada, tetapi menurutnya jangan sampai muncul bibit-bibit yang mengganggu kedaulatan negara.

"Dalam situasi seperti ini saya melihat ini masih masalah ketertiban masyarakat, biarkan saja polisi bekerja," ucap Ryamizard di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (30/5/2019).

"Mana kala itu sudah berubah situasinya, sudah mengganggu kedaulatan negara dan keutuhan negara, termasuk di situ ada masalah ideologi, mengganggu keselamatan bangsa, saya harus turun," imbuh Ryamizard.


Untuk itu Ryamizard mengimbau bagi semua pihak untuk benar-benar menjaga ketertiban bangsa. Bila muncul kerusuhan seperti pada 21-22 Mei 2019 maka menurutnya yang merugi adalah masyarakat.

"Masa negara demokrasi mau bunuh-bunuhan. Janganlah. Sekali lagi saya berharap tidak terjadi kerusuhan. Kasihan rakyat. Yang susah bukan 01 02. Rakyat kok yang rugi," kata Ryamizard.

"Saya imbau, sebagai Menteri Pertahanan, jangan sampai terpaksa turun. Kalau turun, alat saya TNI, alat pertahanan negara. Jadi kalau saya turun, tidak ada lagi negosiasi. Saya selesaikan sebaik-baiknya," imbuh Ryamizard.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru