Kamis, 30 Mei 2019

Kisah Tito Karnavian, Sosok Jenderal yang Sukses Hingga Menjadi Kapolri


Perjalanan besar bangsa Indonesia sebagai negara yang berdaulat, tak lepas dari kiprah para tokoh di dalamnya yang dikenal cerdas dan memiliki karakter yang kuat. Salah satunya adalah sosok Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D yang kini menjabat sebagai Kapolri. Sejak remaja, pria kelahiran Palembang, Sumatra Selatan, 26 Oktober 1964 memang dikenal sangat cerdas.
Tak heran jika dirinya memiliki prestasi yang gemilang saat bergabung dengan kepolisian Republik Indonesia. Laman nasional.kompas.com menuliskan, Tito yang menyelesaikan pendidikan di Akpol tahun 1987, berhasil menjadi lulusan terbaik dan meraih penghargaan Adhi Makayasa. Prestasi itu pun terulang saat dirinya resmi menjadi perwira hingga menjabat sebagai Kapolri pada saat ini. Seperti apa kisahnya?

Pilih masuk polisi untuk meringankan beban kedua orangtua

Sebagai anak kedua dari empat bersaudara yang baru lulus dari SMAN 2 Palembang, Sumsel, Tito memilih karir sebagai anggota polisi dan kemudian mendaftarkan dirinya korps baju cokelat tersebut. Dilansir dari nasional.kompas.com, keinginan untuk meringankan beban orangtua, menjadi alasan utama bagi Tito Karnavian muda saat memutuskan untuk menempuh studi di Akabri.
Tito Karnavian Saat masih menempuh pendidikan Akabri [sumber gambar]
Sebetulanya, Tito telah diterima di univertas seperti UGM, STAN, dan Fakultas Kedokteran Unsri pada saat itu. Meski demikian, ia tetap bergeming dan memilih Akabri sebagai jalan karirnya di masa depan. Dirinya paham jika tetap diteruskan masuk ke perguruan tinggi, tanggungan ayahnya akan semakin berat. Sedangkan tujuannya memilih jalur Akabri guna meringankan beban sang ayah.

Dikenal sebagai sosok yang cerdas dan ulet sejak usia remaja

Tito yang tumbuh seperti pada umumnya anak-anak, semenjak kecil telah menunjukkan sifat yang disiplin. Laman nasional.kompas.com menuliskan, salah satunya terlihat saat ia memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikannya. Tanpa menunda-nunda, Tito akan langsung mengerjakannya dan tetap fokus tanpa tegiur ajakan teman-temannya untuk bermain.
Dikenal sebagai sosol muda yang cerdas dan berprestasi saat berkarir di kepolisian [sumber gambar]
Hal ini pun berimbas saat dirinya masuk ke dalam pendidikan Akabri di Magelang, Jawa Tengah. Lulus pendidikan di Akpol tahun 1987, Tito pun menjadi yang terbaik di angkatannya dan berhasil meraih penghargaan Adhi Makayasa. Setelahnya, Tito bahkan berhasil menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies, serta Universitas Exeter di Inggris dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies pada tahun 1993.


Sukses berkarir di kepolisian hingga menjabat sebagai Kapolri

Selama di kepolisian, karirnya semakin cemerlang dengan penunjukkan dirinya untuk menempati beberapa jabatan penting, seperti Kapolda Papua (21 Sept 2012–16 Juli 2014) dan Kapolda Metro Jaya (12 Juni 2015–16 Maret 2016). Selain itu, Tito juga sukses mengemban tugas berat yang berkaitan dengan teror bom di Indonesia. Salah satunya adalah Bom Sarinah Thamrin pada 2016 silam.
Dilantik sebagai kapolri oleh Presiden Joko Widodo [sumber gambar]
Bisa dibilang, Tito merupakan sosok perwira yang menjadi jenderal bintang tiga termuda. Prestasinya semakin mengkilap setelah dirinya ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Badrodin Haiti yang akan segera pensiun. Tito pun resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 13 Juli 2016. Lewat jabatan ini pula, ia termasuk lulusan AKPOL angkatan 1987 yang menyandang pangkat bintang empat tercepat dari rekan seangkatan maupun seniornya.

Kisah sukses dan perjuangan Kapolri Tito Karnavian di atas, secara tidak langsung mengajarkan pada kita, bahwa kerja keras dengan sikap yang pantang menyerah dapat membuahkan hasil maksimal. Terlebih, niat mulianya yang memilih karir sebagai anggota polisi untuk membantu meringankan beban kedua orang tuanya, menjadi cambuk semangat yang mengantarkan Tito pada kesuksesan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar