LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Jumat, 02 Juni 2017

Tangkal Teroris Filipina, TNI Razia Kapal yang Lintasi Halmahera

Halmahera - Secara geografis, Filipina berdekatan dengan Kepulauan Halmahera, Maluku Utara. Dari Kota Marawi, Filipina bertolak ke Tobelo, Halmahera Utara, jarak tempuh kurang lebih 10 jam melalui jalur laut.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus meningkatkan kewaspadaan masuknya teroris melalui wilayah laut setempat. Kolonel Inf Sachono selaku Komandan Korem 152 Babullah mengemukakan jajarannya terus mengantisipasi kelompok terduga teroris dari Filipina usai ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Danrem menjelaskan, mengantisipasi masuknya teroris di wilayah provinsi berjuluk Negeri Kepulauan Rempah itu, pihaknya telah menggelar rapat dengan berbagai lembaga.

"Melalui tim yang melibatkan kepala bandara, syahbandar, pemprov, Bea Cukai, imigrasi, Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Intelijen Negara, polda dan TNI AL," ucap Sachono melalui pesan tertulis, Kamis, 1 Juni 2017.
Rapat yang membahas sinergi dan kerja sama menangkal terorisme itu untuk mengantisipasi masuknya teroris dan penyebaran radikalisme di Maluku Utara.

"Selain melibatkan pihak keamanan dan instansi terkait, juga tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemuda, dalam rangka menangkal aliran radikal masuk di daerah, khususnya Halmahera Utara, agar tidak digunakan sebagai basis terorisme," katanya.

Danrem menambahkan, pihaknya juga melibatkan para ustaz untuk meramaikan tausiah di masjid-masjid dengan memberikan pemahaman agama Islam yang benar.

"Juga mengantisipasi jalur laut seperti perairan Pulau Morotai yang berbatasan langsung dengan Filipina, ini dilakukan Lanal (Pangkalan TNI AL) Ternate maupun Morotai," ujarnya.

Selain wilayah laut dan lingkungan masyarakat, beberapa pelabuhan yang disinggahi kapal-kapal sipil terus dimonitor dan dirazia. Terutama di kapal-kapal laut yang masuk wilayah Halmahera, Pulau Morotai, dan Ternate.

"Sweeping itu dilakukan oleh Imigrasi, Bea Cukai maupun petugas Dinas Ketenagakerjaan yang di-back up langsung oleh personel TNI dan Polri," kata Danrem​ Babullah.

0 komentar:

Posting Komentar