LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Kamis, 01 Juni 2017

Polisi Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Rizieq

POLISI siap menghadapi gugatan praperadilan yang akan diajukan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. Pasalnya, penyidik dalam menetapkan Rizieq sebagai tersangka telah memiliki alat bukti yang cukup.

Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya, Kombes Agus Rokhmat, menegaskan, langkah Rizieq untuk mengajukan gugatan praperadilan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi tidak tepat.

"Minimal ada dua alat bukti yang cukup itu kan sudah bisa menetapkan tersangka. Lah ini kan lebih dari dua alat bukti, ada saksi, ahli, surat, dan bahkan barang bukti HP pun sudah disita," jelas Agus.
Penetapan Rizieq sebagai tersangka dilakukan setelah polisi melakukan gelar perkara atas kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi diduga antara Rizieq dan Firza Husein yang lebih dulu dijadikan tersangka.

Dalam kasus itu, Rizieq dijerat Pasal 4 Ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Atas kasus itu, polisi telah memasukan Rizieq Shihab ke Daftar Pencarian Orang (DPO) tidak kunjung kembali ke Indonesia. Posisi terahir Rizieq diketahui berada di Arab Saudi.

Agus menjelaskan, gelar perkara yang dilakukan penyidik beberapa waktu lalu itu membahas koordinasi dengan Interpol bagaimana agar Rizieq bisa kembali ke Indonesia.
"Kami telah koordinasi dengan pihak Interpol untuk melakukan upaya pencarian dan pemulangan, apa yang harus dilakukan sekarang sedang proses," kata Agus. 


Ihwal penerbitan red notice, Agus menjelaskan penyidik belum bisa memintanya. Pun demikian, koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk bisa memulangkan Rizieq.
"Sesuai ketentuan kami masukan ke daftar DPO. Baru sebatas itu yang kami lakukan, termasuk juga koordinasi ke pihak Imigrasi juga dengan Bareskrim dan interpol,” bebernya. 



0 komentar:

Posting Komentar