LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Jumat, 23 Juni 2017

Mengapa Orang Begitu Mudah Mempercayai Hoax dan Menyebarkan?

Kita mungkin tahu bahwa beberapa gambar hoax dan tulisan hoax biasanya disertai dengan unsur tragedi dan amarah. Misal gambar hoax mayat bergelimpangan yang dalan tulisan yang menyertainya menyebutkan bahwa itu merupakan gambar mayat akibat serangan kelompok tertentu dimana membuat banyak orang tua dan anak yang tidak bersalah kehilangan nyawanya. Padahal aslinya ternyata gambar orang yang kena bencana alam. Orang yang terlanjur sedih dan marah akan langsung menelan mentah – mentah dan menyebarkannya dengan  tambahan kata yang sama dengan tulisan yang dibuat oleh pembuat hoax yaitu kesedihan dan kebencian terhadap suatu kelompok. Secara langsung pemikiran dari sang pembuat hoax menusuk ke pemikiran targetnya sehingga mereka pun juga terpengaruh dan akhirnya punya pikiran yang sama dengan pembuat hoax.
Para pembuat dan penyebar hoax pada dasarnya emang mencari duit dan juga menyebarkan baik sekedar informasi atau gagasan atau ide mereka terkait politik, ekonomi, sosial, teknologi, budaya atau kesehatan. Biasanya mereka akan menyisipkan gagasan mereka terhadap berita hoax yang akan disebarkan, misal ada berita dua tokoh penting sedang minum air mineral berbotol hijau, oleh para pembuat hoax akan dimanipulasi menjadi meminum bir, dan oleh mereka akan ditambahkan tulisan bahwa mereka para tokoh penting adalah orang yang tak patut ditiru karena melakukan perbuatan yang dilarang agama. Dalam hal ini tentu saja upaya mereka bener salah kaprah, informasi palsu, kemasan provokatif, bahasa kasar selalu menyertai hal itu. Namun kenapa para target mereka bisa begitu saja terperdaya akan berita hoax?? Berikut penjelasannya, ada 3 hal yang menyertai itu yaitu mengedepankan emosi, menurunkan logika dan sikap kritis, kesamaan pandangan, berpikir satu sudut pandang dan fanatisme.
1. Mengdepankan emosi, menurunkan logika dan sikap kritis.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, dimana hoax selalu berunsur gambar tragedi atau tulisan yang menyentuh, ya ini adalah yang dimaksud dengan mengedepankan emosi. Kunci dari persuasi ialah emosi atau perasaan. Pembuat hoax sengaja membuat ini karena tau bahwa targetnya banyak yang mudah ditipu karena mudah tersentuh perasaannya misal sedih, nyaman, senang, marah, jengkel, was – was atau takut. Dengan mengedepankan perasaan, maka sikap kritis dan logis akan menurun. Contoh mudahnya ketika ada seorang ibu yang berpakaian rapi tiba – tiba meminta duit pada seseorang dengan raut muka yang sedih dan memprihatinkan, dengan alasan bahwa anaknya sedang sakit. Padahal ternyata ibu tersebut tidak punya anak dan emang bermaksud menipu, lalu seseorang tadi memberikan duitnya pada ibu itu. Dalam hal ini emosi orang tadi dikedepankan sedangkan berpikir logis dan kritis diabaikan. Terkadang hal – hal yang emosional bisa menghilangkan sikap kritis. Dalam penyebaran hoax ini terjadi pada gambar tragedi dengan tulisan yang menyentuh dimana orang merasa bersedih lalu setelah itu ikut menyebarkannya, padahal kejadian aslinya belum tentu seperti itu, bisa saja itu adalah pengambilan gambar sebuah film.
2. Kesamaan Pandangan
Salah satu yang membuat orang nyaman dan saling percaya ialah adanya kesamaan. Misal ketika dalam ruang linkup tertentu mahasiswa asal wilayah b, kuliah ditempat jauh di wilayah z. Disitu tentunya dia agak sulit untuk berhubungan satu sama lain karena faktor budaya, bahasa dan lain – lain. Namun ketika dia bercengkrama dengan komunitas dari wilayah b, tentu dia lebih terbuka karena sama – sama dari wilayah b, sama budaya, sama bahasa, kebiasaan dan lain – lain yang memudahkan dia berinteraksi dan percaya satu sama lain karena sama berasal dari wilayah b yang kuliahnya jauh. Terkadang adanya homogenitas ini membuat orang menjadi nyaman ketimbang harus heterogen, karena lebih sulit untuk akrab. Dalam hal ini orang juga mudah percaya karena kesamaan pandangan, misalnya ada orang yang mendukung partai x. Ketika ada media yang memberitakan partai x suka korup, orang ini tidak percaya karena berlawanan pandangannya. Namun ketika ada media yang memberitakan partai x itu hebat bahkan ketika kabar itu hoax sekalipun, maka orang itu akan mempercayainya karena pandangannya sama dengan media dan isi berita tadi, dan hal ini membuat dia lebih nyaman. Ini juga masih berhubungan dengan unsur no. 1 .
3. Berpikir satu sudut pandang
Disini orang berpikir bahwa berpikir secara objektif merupakan hal yang buruk karena terkait sikap nyaman mereka. Dalam otak mereka, pemikiran mereka yang benar dan yang lain salah. Misal ada orang mendukung capres x, dia beranggapan bahwa, capres itu hebar baik dan sejenisnya, sedangkan lawan – lawannya buruk semua. Ketika ada berita cagub x pernah kena kasus tertentu, orang ini tidak percaya bahkan fakta sekalipun atau bahkan menuduh itu hoax. Itu dilakukan karena hal tersebut menganggu titik nyaman dia. Ia lebih mempercayai info bahwa cagub nya baik bahkan hoax sekalipun karena itu membuatnya senang dan nyaman. Masih terkait unsur no.1. Berpikir dengan satu sudut pandang akan sulit membuat berpikir kritis atau lebih dari dua sudut pandang sehingga kita bisa melihat berbagai sisi dan mendapatkan banyak opsi. Hal ini tentunya membuka jalan bagi pembuat hoax untuk menjalankan kepentingannya. Selain itu dalam mencari kebenaran juga butuh berita dari sudut pandang lain tidak hanya yang sepandangan saja karena bersifat tertutup memudahkan pembuat hoax agar hoax buatannya mudah dipercaya.
4. Yang keempat adalah fanatisme
Fanatisme disini bisa berarti mendukung, menyukai, atau mungkin membenci secara berlebihan. Dalam hal ini fanatisme jelas menghancurkan sikap kritis. Masih terkait dengan unsur sebelumnya 1,2 dan 3, ketika ada individu atau kelompok sudah fanatik, maka apa yang diliat mereka hanyalah berdasarkan pandangan tanpa sikap kritis. Misal kelompok x fanatik suka terhadap partai x, dan benci dengan partai y. Dalam hal ini beberapa hal baik yang dilakukan partai y akan selalu dinilai buruk oleh mereka karena mengganggu rasa nyaman mereka, sedangkan ada berita baik tentang partai x bahkan hoax sekalipun tentu semakin dipuji dan diterima dan ditelan mentah – mentah karena membuat mereka lebih nyaman.
5. Informasi hoax penyebarannya lebih besar dari informasi yang membongkar hoax
Kalian pasti sudah mendengar teori propagandanya Adolf Hitler yang terkenal yaitu, “Sebarkan kebohongan sebanyak – banyaknya, maka orang akan menganggap itu sebagai kebenaran.” Dalam ilmu komunikasi ada yang disebut dengan teori jarum suntik atau hyperneedle theory dimana sebuah pesan akan disuntikkan secara terus menerus akan tercipta sebuah opini atau pemikiran sesuai yang diinginkan propagandis.
Ketika netizen melihat sebuah informasi hoax yang disebar bukan cuma satu orang namun berbagai pihak, ditambah netizen ini tidak kritis, emosional, tidak bisa membedakan info yang kredibel dan nggak, maka ia akan dengan mudah menerima dan menyetujui informasi itu. Sayangnya pihak – pihak yang mendebunk atau membongkar hoax kalah banyak dengan pihak yang menyebarkan hoax itu sendiri sehingga ini sedikit menyulitkan sebagian orang awam yang ingin mendapatkan informasi kredibel sebagai pembanding. Disisi lain sebagian media jurnalistik seperti detik.com sudah membuat kolom berita untuk mendebunk hoax yang sering mengeluarkan berita – berita terbaru seputar hoax dan pembahasannya. Dari media digital ini sangat bagus karena jangkauan yang luas dan orang mudah mendapatkannya. Mungkin jika sebagian media – media jurnalistik juga ada seperti ini, maka akan memudahkan orang awam untuk mendapatkan informasi kredibel dan mengurangi jumlah orang yang terperdaya hoax. Akan bagus juga kalau bukan cuma media digital namun juga media cetak. Selain detik.com juga ada indonesianhoaxes, fanpage Facebook memerangi hoax dengan jargon khasnya, turn back hoax.
Setelah melihat hal – hal tadi, pembuat hoax dalam sosial media akan menyebarkan ke group dimana terdapat orang tadi misal terkait politik, agama, abg labil, curhat dan lain – lain, selama ada unsur – unsur tadi.
sumber gambar: http://www.hoax-slayer.com/half-snake-girl-hoax.shtml

0 komentar:

Posting Komentar